Page 128 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 MARET 2020
P. 128

Title          OMNIBUS LAW, JURNALIS MEDIA TAK BISA DIPERLAKUKAN SEPERTI PEKERJA KONTRAK
               Media Name     tribunnews.com
               Pub. Date      07 Maret 2020
                              https://www.tribunnews.com/nasional/2020/03/07/omnibus-law-jurnalis-me dia-tak-
               Page/URL
                              bisa-diperlakukan-seperti-pekerja-kontrak
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive












               Rancangan undang-undang cipta kerja lapangan atau omnibus law belakangan
               menuai polemik dikalangan para pekerja, tidak terkecuali dikalangan pekerja media.

                Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia membahasnya dalam sebuah diskusi
               publik yang diadakan di kantor AJI, Jakarta, Sabtu (7/3/2020).

                Ade Wahyudin dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mengatakan sering
               mendapat laporan bahwa pekerjaan  jurnalis  diikat dengan hubungan kerja kontrak.

                Padahal dalam ketentuan dalam UU ketenagakerjaan, pekerjaan sebagai  jurnalis
               bukan pekerja yang bisa dikontrak.

                "Karena pekerjaan jurnalis merupakan inti dari pekerjaan di perusahaan tersebut.
               Kalau dia (jurnalis) dipekerjakan sebagai pekerja kontrak, kemudian siapa yang
               ditetapkan sebagai pekerja tetap?" ujarnya.

                 Ia sudah memenangkan beberapa keputusan di pengadilan, satu diantaranya
               mengenai  jurnalis  online yang diputus karena habis masa kontraknya.

                "Hakim menganggap ya memang pekerjaan jurnalis bukan pekerjaan yang bisa
               dikontrak, dengan argumen salah satunya pasal yang menyebut jurnalis bukan
               pekerja musiman, tapi merupakan pekerjaan inti," ujar Ade.

                 Dalam RUU Cipta Lapangan Kerja, dikatakannya akan kembali beresiko bagi para
               pekerja media.

                "Karena itu pasalnya, jaringnya untuk melindungi teman-teman di pekerja media,"
               ujar Ade.

                Menjawab hal tersebut, Haiyani Rumondang, Dirjen Pembinaan Hubungan
               Industrial dan Jaminan sosial (Dirjen PHI dan Jamsos) dari Kementerian
               Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemenaker RI) menjelaskan bahwa Omnibus
               law tidak menghilangkan undang-undang (UU) yang ada didalam UU sebelumnya.

                Adapun satu diantara tujuan Omnibus law adalah untuk memperbaiki sistem
               regulasi, agar tidak terjadi tumpang tindih peraturan.




                                                      Page 127 of 192.
   123   124   125   126   127   128   129   130   131   132   133