Page 130 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 MARET 2020
P. 130

Title          PAKAR HUKUM NILAI OMNIBUS LAW MENJAWAB KETENAGAKERJAAN
               Media Name     gatra.com
               Pub. Date      07 Maret 2020
                              https://www.gatra.com/detail/news/471512/ekonomi/pakar-hukum-nilai-omn ibus-law-
               Page/URL
                              menjawab-ketenagakerjaan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Jakarta, Pakar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia
               (UMI) Makassar Sulawesi Selatan, Fahri Bachmid, menilai lahirnya Omnibus Law
               Cipta Kerja dapat menjawab permasalahan ketenagakerjaan yang dihadapi
               Indonesia. Dia mendukung jika pemerintah segera menerbitkan aturan tersebut.


                "Urgensi dari Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja adalah dinamika perubahan
               global, perlu respons yang cepat dan tepat, dan tanpa reformulasi kebijakan, maka
               pertumbuhan ekonomi akan melambat," kata Bachmid, dalam keterangan, Sabtu
               (7/3).

                Jika melihat potensi perkembangan ekonomi global pada saat ini, keberadaan
               Omnibus Law Cipta Kerja menurut Bachmid dapat menciptakan terjadinya
               pertumbuhan struktur ekonomi yang mampu menggerakkan semua sektor.

                Keluarnya aturan tersebut mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan
               lapangan kerja, peningkatan investasi, dan peningkatan produktivitas.

                "Jika Omnibus Law tidak dilakukan, maka lapangan pekerjaan akan pindah ke
               negara lain yang lebih kompetitif. Ini merupakan urgensi dari Omnibus Law," kata
               Bachmid.

                Adapun Ketua Departemen Komunikasi dan Media Konfederasi Serikat Pekerja
               Indonesia (KSPI) Kahar S. Cahyono, menyoroti kepastian pekerjaan yang akan
               didapatkan setelah terbitnya aturan tersebut.

                Ia mengharapkan agar aturan tersebut dapat mengakomodir kepentingan tenaga
               kerja.

                "Yang sangat dibutuhkan pekerja Indonesia saat ini bukan "pemanis" tetapi
               kepastian pekerjaan, kepastian pendapatan, dan jaminan sosial yang layak,"
               ujarnya.

                Apabila terdapat kepastian pekerjaan, lanjut Kahar maka pengusaha tidak mudah
               melakukan pemutusan hubungan kerja, dan pemberian upah layak. Pihaknya tidak
               mempermasalahkan aturan tersebut.

                "Kalau misalnya ada kepastian dalam pekerjaan. Tidak gampang di PHK, tidak bisa
               dikontrak seenaknya, tidak bisa di-outsourcing. Kemudian upahnya layak, tanpa
               sweetener pun kita sebenarnya tidak mempermasalahkan," ujarnya..



                                                      Page 129 of 192.
   125   126   127   128   129   130   131   132   133   134   135