Page 162 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 MARET 2020
P. 162
Para buruh pria dan wanita diminta untuk melakukan pekerjaan layaknya kuli
bangunan, mulai dari mengaduk semen, mengecor jalanan hingga membuat
dinding.
Mereka juga mendapatkan gaji harian, bukan gaji bulanan seperti buruh bagian
produksi. Sehari mereka diberikan upah sebesar Rp 50 ribu.
Para buruh tersebut diminta untuk mengerjakan pembangunan pabrik,
menggantikan kerja kuli bangunan. Peralihan tugas tersebut berlangsung selama 10
hari.
"Sehari dibayar Rp 50 ribu. Mereka jadi kuli selama 10 hari setelah itu diminta
kembali ke bagian produksi lagi," tuturnya.
Hingga berita ini disusun, Suara.com masih mencoba untuk melakukan konfirmasi
langsung terhadap pihak manajemen pabrik es krim Aice.
21 Buruh Wanita Keguguran
Sarinah mengatakan sepanjang tahun 2019 sudah terjadi 13 kasus keguguran dan
lima kematian bayi sebelum dilahirkan. Kasus bertambah menjadi satu kasus
keguguran dan satu kasus kematian bayi pada awal tahun 2020.
Pabrik es krim Aice tak semanis es krim yang dijualnya, sebab buruh perempuan
hamil masih dikenakan shift (1 : Jam 07.00 -- 15.00 WIB, 2 : Jam 15.00 -- 23.00
WIB, dan 3 : Jam 23.00 -- 07.00 WIB) dan juga target produksi serta kondisi
lingkungan kerja kurang kondusif dan sehat untuk kesehatan buruh perempuan
hamil.
Kemudian, buruh perempuan hamil juga masih dikenakan pekerjaan yang berat
tanpa mendapatkan keringan, misalnya menyusun es krim ke dalam kotak dengan
posisi bekerja berdiri, menyetempel karton kurang lebih 2200 karton per hari, serat
menurunkan stik dengan cara mengangkat satu persatu kurang lebih 11 dus per
hari.
Tak hanya itu, buruh perempuan hamil juga tidak dapat mengambil kerja non-shift
karena dipersulit dengan syarat harus ada keterangan dari dokter spesialis
kandungan dan harus ada kelainan kandungan.
Sementara, buruh perempuan yang bermaksud untuk meminta cuti haid karena
merasakan sakit diharuskan diperiksa di klinik terlebih dahulu oleh dokter
perusahaan dan hanya diberikan obat pereda nyeri, serta permohonan izin cuti
biasanya tidak diberikan oleh pihak pengusaha.
Klarifikasi Aice
Berdasar rilis yang diterima Suara.com, Legal Corporate PT AFI, Simon Audry
Halomoan Siagian menegaskan pihaknya telah mengikuti regulasi yang ada untuk
menjawab tuntutan massa aksi.
Page 161 of 192.

