Page 104 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 FEBRUARI 2020
P. 104

Title          OMNIBUS LAW DIKRITIK HABIS-HABISAN OLEH BURUH, MENKO LUHUT TAK TERIMA
               Media Name     suara.com
               Pub. Date      20 Februari 2020
                              https://www.suara.com/bisnis/2020/02/20/184240/omnibus-law-dikritik-ha bis-habisan-
               Page/URL
                              oleh-buruh-menko-luhut-tak-terima
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive






               Sejumlah kalangan buruh menolak keras adanya Rancangan Undang-Undang
               Omnimbus Law Cipta Lapangan Kerja (Cilaka) atau yang sekarang diganti dengan
               Cipta Kerja (Cika), buruh beralasan RUU tesebut sangat merugikan mereka.

               Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi
               Luhut Binsar Pandjaitan tak terima atas sikap buruh tersebut. Menurutnya tak ada
               niat jahat pemerintah dalam RUU tersebut, justru kata Luhut pemerintah ingin
               memberikan kesejahteraan pada rakyatnya, termasuk untuk buruh.

               "Prinsip pemerintah harus membuat rakyatnya sejahtera. Jadi kalau ada orang
               bicara UU Ciptaker itu merugikan pegawai, sama sekali tidak benar," kata Luhut
               dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Investasi Tahun 2020 di Ballroom Hotel Ritz
               Charlton, Jakarta pada Kamis (20/2/2020).

               Luhut menjelaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pembuatan RUU ini terus
               menekankan kepada para pembantunya untuk membuat aturan yang ramah dan
               menguntungkan buat rakyatnya.

               "Karena presiden selalu mengingatkan kami, bahwa kami harus buat aturan yang
               buat rakyat sejahtera. Itu kata kuncinya," kata Luhut.

               Karena itu, Luhut pun meminta kalangan buruh untuk melihat secara utuh draf RUU
               ini, bahkan kata Luhut dalam draf pertama yang telah diserahkan pemerintah ke
               DPR bisa saja berubah dan terkena revisi dari para anggota dewan.

               "Lihat secara utuh, di luar banyak draf yg bukan original draf yang diserahkan ke
               parlemen. Tapi mungkin draf yang pertama atau kedua, bukan final draf," katanya.

               "Prinsip ini tolong, supaya tidak ada keinginan pemerintah membuat rakyatnya
               sengsara. Apakah pegawainya pekerja apa saja. Semua adalah untuk membuat
               sejahtera. Karena itu disusunlah keseimbangan atau bahasa kerennya equilibrium,"
               katanya.

               Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) secara tegas menolak
               Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dibahas
               lebih lanjut antara DPR dengan pemerintah. Mereka menilai formulasi pengupahan
               dalam RUU tersebut justru membuat kaum buruh makin miskin.




                                                      Page 103 of 174.
   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109