Page 106 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 FEBRUARI 2020
P. 106

Title          PEKERJA SPSI BEKASI TOLAK RUU OMNIBUS LAW CIPTA KERJA
               Media Name     elshinta.com
               Pub. Date      20 Februari 2020
                              https://elshinta.com/news/200163/2020/02/20/pekerja-spsi-bekasi-tolak- ruu-omnibus-
               Page/URL
                              law-cipta-kerja%C2%A0
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative







               Momentum peringatan hari Pekerja Nasional, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia
               (SPSI) Bekasi Jawa Barat menolak tegas draft RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang
               didalamnya terdapat sembilan point penting yang dinilai merugikan masyarakat dan
               kaum pekerja Indonesia.

               Ketua SPSI Bekasi, Abdullah mengatakan, dalam peringatan hari pekerja nasional
               bahwa pihaknya telah mempelajari isi draft RUU Cipta Kerja yang sudah diterima
               pihak DPR tersebut terlebih dari sembilan poin itu tentu merugikan kaum pekerja
               dan dinilai terdapat adanya degradasi atau kemunduran dalam pembentukan
               undang-undang khususnya di dunia kerja.

               Selain itu menurut Abdullah, RUU Omnibus Law Cipta Kerja dari sembilan point
               seperti penggunaan tenaga kerja asing sangat merugikan bagi pekerja Indonesia
               yang dinilai cukup liberal dan bebas bagi tenaga kerja asing, ditambah mengenai
               sistem kerja dengan cara per jam serta kompensasi pesangon yang makin menurun
               yang seharusnya bisa lebih baik untuk kesejahteraan pekerja yang memasuki masa
               pensiun.

               "Sudah 75 tahun indonesia merdeka seharusnya dari tahun ke tahun adanya
               peningkatan kesejahteraan," ujar Abdullah, Kamis (20/2), seperti dilaporkan
               Kontributor Elshinta, Eko Purnomo.

               Lebih lanjut Abdullah menambahkan pihaknya akan terus mengawal RUU Omnibus
               Law Cipta Kerja tersebut dan seandainya RUU tersebut dipaksakan diloloskan
               menjadi undang-undang sebelum adanya koreksi, pihaknya bersama aliansi pekerja
               lain yang turut tergabung dalam gerakan kesejahteraan nasional akan turun ke
               lapangan menyikapi uundang-undang tersebut.

               Masih menurut Abdullah draft RUU itu sejak awal kurang transparan terhadap
               serikat pekerja yang seharusnya dari perencanaan awal atau sebelum masuk ke
               naskah akademis pihak serikat pekerja dilibatkan, namun faktanya serikat pekerja
               tidak dilibatkan alias suduh disodorkan dalam bentuk sudah jadi 99 persen dan
               barulah serikat pekerja diajak berdialog, sehingga hal inilah yang membuat serikat
               pekerja menilai adanya ketidaktransparanan dalam menyusun RUU itu.






                                                      Page 105 of 174.
   101   102   103   104   105   106   107   108   109   110   111