Page 121 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 FEBRUARI 2020
P. 121

Title          JIKA RUU CIPTAKER DISAHKAN, PEMERINTAH INDONESIA AKAN DICAP PENYUPLAI
                              PERBUDAKAN MODERN
               Media Name     rmol.id
               Pub. Date      20 Februari 2020
               Page/URL       https://politik.rmol.id/read/2020/02/20/422249/jika-ruu-ciptaker-disah kan-pemerintah-
                              indonesia-akan-dicap-penyuplai-perbudakan-modern
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative











               Pemerintah Indonesia akan dianggap sebagai penyuplai tenaga kerja murah yang
               mempraktikkan perbudakan modern jika Omnibus Law Rancangan Undang-undang
               (RUU) Cipta Lapangan Kerja (Ciptaker) disahkan.

               RUU Ciptaker Sebatas Upaya Liberalisasi Ekonomi Dari Pemerintah Ketua Serikat
               Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (Sindikasi), Elena Ekarahendy
               mengatakan, bonus demografi yang didapat Indonesia pada 2030-2045 justru akan
               memicu masalah baru, terkait sulitnya mendapatkan pekerjaan, jika RUU Ciptaker
               disahkan.

               "Akan terjadi ledakan-ledakan pekerja muda kalau Omnibus Law ini (disahkan).
               Setidaknya dalam 10-15 tahun ke depan kita akan dikenal sebagai negara penyuplai
               tenaga kerja murah atau negara yang mempraktikkan perbudakan modern," ucap
               Elena Ekarahendy saat diskusi di Kantor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia
               (Walhi), Jakarta Selatan, Kamis (20/2).

               Pernyataan Elena bukan tanpa alasan. Karena dalam RUU Ciptaker memang
               mengatur dan memberi peluang bagi perusahaan untuk tidak mengangkat pekerja
               menjadi karyawan tetap. Sehingga para generasi yang akan datang atau saat ini
               akan sulit mendapatkan pekerjaan yang stabil.

               Apalagi, PHK massal juga diprediksi lebih banyak dibanding saat ini. Karena banyak
               perusahaan telah melakukan PHK sebelum disahkan RUU Ciptaker.

               "Dan saya pikir kita cukup waras untuk bisa bersama-sama menolak ini, karena
               ancamannya itu kita semua. Baik kita yang saat ini sedang bekerja, sedang
               kehilangan pekerjaan, atau teman-teman pekerja muda atau calon pekerja muda.
               Dan ini dampaknya ke seluruh mayoritas masyarakat Indonesia dan kita harus
               benar-benar menolak dengan tegas," tegasnya.

               EDITOR: AGUS DWI Tag: OMNIBUS LAW RUU CIPTAKER WALHI.








                                                      Page 120 of 174.
   116   117   118   119   120   121   122   123   124   125   126