Page 37 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 FEBRUARI 2020
P. 37

Title          OMNIBUS LAW, JANGAN BIKIN RAKYAT MISKIN TAMBAH SUSAH
               Media Name     cnnindonesia.com
               Pub. Date      20 Februari 2020
                              https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200220085218-20-476355/omnibus -law-
               Page/URL
                              jangan-bikin-rakyat-miskin-tambah-susah
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative








               Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo berencana mempercepat pengesahan
               Omnibus Law Rancangan Undang-undang Cipta Kerja demi melancarkan arus
               investasi di Indonesia. Namun undang-undang yang menggabungkan banyak
               peraturan jadi satu itu menuai banyak sekali kritik dari berbagai kalangan, terutama
               aktivis dan akademisi.

               Beberapa pasal dalam Omnibus Law dianggap bermasalah karena memudahkan
               perizinan investasi, menyulitkan kelas pekerja, penghapusan AMDAL, hingga
               mengatur aktivitas pers. Saking bermasalahnya, bahkan kelompok buruh
               menyebutnya sebagai Omnibus 'Cilaka'.

               Selain dianggap bermasalah, Omnibus Law Ciptaker yang juga ramai diperdebatkan
               elite politik ini nyatanya tidak banyak diketahui masyarakat pinggiran ibu kota.

               Rustiani seorang pemulung yang biasa mengitari bagian selatan Jakarta misalnya.
               Dia bahkan kesulitan mengeja Omnibus Law. Perempuan 60 tahun itu mengaku
               baru mendengar Omnibus Law saat berbincang dengan CNNIndonesia.com .

               "Baru tahu ada yang begitu," kata Rustiani.

               Perempuan paruh baya ini hanya berharap pemerintah benar-benar berpihak pada
               rakyat miskin. Dengan Omnibus Law, pemerintah diharapkan tak malah membuat
               orang-orang kecil menjadi tambah susah.

               Rustiani, pemulung di kawasan Jakarta Selatan. (CNN Indonesia/Melani Putri) Saat
               ini, tanpa ada Omnibus Law saja Rustiani saja kesulitan membiayai hidupnya yang
               hanya seorang diri. Dari memulung, hasil yang ia dapatkan hanya Rp60 ribu
               seminggu.

               "Kita rakyat kecil cuma pingin bisa beli kebutuhan hidup sama bayar kontrakan, itu
               ajalah, tolongin," katanya.

               Kalau pun Omnibus Law nantinya menciptakan lapangan pekerjaan, Rustiani
               menganggap dirinya bukan orang yang akan turut terdampak. Selain tinggal
               seorang diri, ia mengaku tak memiliki kemampuan dan kapabilitas yang cukup untuk
               bekerja selain memulung.




                                                       Page 36 of 174.
   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42