Page 34 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 FEBRUARI 2020
P. 34
Title KONTROVERSI RUU OMNIBUS LAW CIPTAKER, KOMISI I: KOMUNIKASI PEMERINTAH DAN
PUBLIK MASIH ADA KENDALA
Media Name rmol.id
Pub. Date 20 Februari 2020
Page/URL https://politik.rmol.id/read/2020/02/20/422185/kontroversi-ruu-omnibus -law-ciptaker-
komisi-i-komunikasi-pemerintah-dan-publik-masih-ada-kend ala
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Kontroversi isi draf Rancangan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja Pasal 170
tentang peraturan pemerintah bisa membatalkan undang-undang tak terbendung di
kalangan masyarakat terutama akademisi.
Saan Mustopa: Putra Pak Surya Paloh Cuma Satu, Partai Lain Banyak Banget
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Nasdem, Willy Aditya, menyampaikan dalam
penyusunan draf RUU Omnibus Law Cipta Kerja pemerintah telah melibatkan
sejumlah pihak, seperti pers, NGO, praktisi, dan akademisi.
"Harapannya, pemeriksaan yang dilakukan teman-teman juga masuk pada
substansti-subtansi yang begitu banyak di Omnibus Law ini," ujar Willy kepada
Kantor Berita Politik Kamis (20/2).
Pihaknya meminta agar masyarakat tidak hanya terfokus mengkritisi Pasal 170 saja,
melainkan isu lain di dalam draf RUU Omnibus Law yang berkaitan dengan
kemaslahatan banyak pihak akan hal ini.
"Jadi, selain pasal 170, bisa mulai masuk seperti teman-teman serikat pekerja yang
fokus pada isu perburuhan, teman-teman yang fokus di bidang lingkungan juga
memberi catatan di bidang lingkungan dan seterusnya," ujarnya.
Iklim check and balances yang terjadi saat ini sangat terbuka dan tidak lagi
terbatas, lanjut Willy. Bukan hanya DPR yang akan terlibat dalam pembahasan UU.
Masyarakat juga sangat terbuka kesempatan untuk terlibat.
"Dalam kapasitas sebagai Wakil Ketua Badan Legislasi dan Anggota Komisi I, saya
adalah orang yang paling sering meminta teman-teman dari organisasi rakyat, NGO,
dan lembaga sejenis lainnya, untuk menjadi pihak yang didengarkan
kepentingannya di dalam pembahasan RUU," urainya.
"Begitu juga di Komisi. Saya mau hubungan ini kita kembangkan secara konstruktif.
Ayo, siapa pun yang merasa berkepentingan terhadap suatu isu di dalam RUU ikut
Page 33 of 174.

