Page 29 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 FEBRUARI 2020
P. 29
Title OMNIBUS LAW, SERIKAT BURUH: MBOKYO PEMERINTAH MENDENGAR
Media Name republika.co.id
Pub. Date 20 Februari 2020
https://www.republika.co.id/berita/q5z024428/omnibus-law-serikat-buruh -
Page/URL
emmbokyoem-pemerintah-mendengar
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Ribuan buruh yang tergabung dalam wadah l Konfederasi Serikat Buruh Seluruh
Indonesia (KSBSI) siap melakukan aksi besar-besaran dan puncaknya pada tanggal
11 Maret 2020. Aksi tersebut dilakukan sebagai penolakan atas draft Rancangan
Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja.
Bahkan, jika pemerintah tetap mengundangkan RUU tersebut maka para buruh siap
bentrok.
"Kalau tetap disahkan tanpa ada melibatkan kami buruh, berarti pemerintah
mendukung chaos. Harusnya kalau kita semua turun ke jalan mbokyo pemerintah
mendengar enggak usah ngotot," kata Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban, saat
jumpa pers di Kantor KSBSI, Jakarta Timur, Rabu (19/2).
Selain aksi turun ke jalan, kata Elly, buruh juga secara tegas menarik diri dari daftar
tim pengkajian Rancangan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja. Ia menduga
KSBSI dimasukkan ke dalam tim tersebut hanya sekadar untuk melegitimasi RUU
Omnibus Law Cipta Kerja itu.
Saat ini, KSBSI berbalik arah untuk menentang RUU sapu jagad tersebut.
"Mungkin mereka anggap kami seperti bayi yang dikasih permen manis sudah diam.
Kalau sekarang kita mulai kritis, memang berat memutuskan ini kita tidak bisa tidur
terus terang," terangnya.
Elly mengatakan, ia mengaku jika KSBSI memang pendukung dan relawan Presiden
Joko Widodo (Jokowi) pada saat pemilihan presiden (pilpres). Tetapi, Elly
menegaskan, jika ada kebijakan yang tidak pro buruh maka KSBSI tidak akan
tinggal diam.
Sebab, Omnibus Law Cipta Kerja, menurutnya sangat membahayakan para pekerja
atau kaum buruh.
Page 28 of 174.

