Page 32 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 FEBRUARI 2020
P. 32
Title ANGGOTA DPR SARAN OMNIBUS LAW CIPTAKER DIBAHAS DI BALEG
Media Name republika.co.id
Pub. Date 20 Februari 2020
https://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/20/02/20/q5zcdu428 -anggota-dpr-
Page/URL
saran-omnibus-law-ciptaker-dibahas-di-baleg
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA -- Anggota Komisi VI DPR Mukhtarudin meminta agar pembahasan RUU
Omnibus Law Cipta Kerja dibahas melalui mekanisme Badan Legislasi (Baleg) DPR.
Dengan demikian, pembahasan lebih terarah dan cepat selesai.
"Karena butuh kecepatan maka akan lebih baik prosesnya melalui Badan Legislasi
ketimbang lewat Pansus," kata Mukhtarudin lewat keterangannya di Jakarta, Kamis
(20/2).
Kendati demikian, ia menambahkan agar pembahasannya mengikuti mekanisme dan
substansi yang ada. "Undang-Undang ini harus berkualitas dan jangan sampai nanti
digugat dan dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi," kata Politisi Golkar itu.
Mukhtarudin menyampaikan, Omnibus law merupakan kebutuhan bangsa sehingga
seluruh pemangku kepentingan harus memiliki persepsi yang sama. Hal ini
mengingat pemerintah sudah menyerahkan RUU Omnibus law ke DPR RI , maka
DPR RI harus segera menindaklanjuti secara cepat agar tahapan-tahapan
pembahasan segera dilakukan.
Menurut dia, DPR tentu akan membahas substansi dan materi RUU Omnibus Cipta
Kerja ini dengan melibatkan semua pihak, baik buruh melalui serikat pekerja, dan
pengusaha. "Jadi perdebatannya masuk dalam DPR, jangan berdebat di luar
parlemen. Biarkan bola ini bergulir jangan ditolak dulu, kalau ada masukkan silahkan
sebanyak-banyaknya," ujar dia.
Karena itu, kata Mukhtarudin, soal Omnibus Law ini, masyarakat dan semua
stakeholder harus punya persepsi yang sama akan pentingnya terobosan regulasi
melalui Omnibus Law. "Pentingnya soal penyederhanaan regulasi dalam rangka
mempermudah investasi. Hal ini supaya kita bisa memenangkan pertarungan
ekonomi di tingkat global. Perlu diingat bahwa peperangan kita hari ini adalah
peperangan ekonomi," katanya.
Page 31 of 174.

