Page 162 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 162

PEMERINTAH PASTIKAN UMP 2022 CUMA NAIK SEBESAR 1,09 PERSEN,
              ALASANNYA?
              Kementerian Ketenagakerjaan, memastikan kenaikan upah minimum pada 2022 sebesar 1,09
              persen secara nasional. Hal ini sesusai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021
              tentang  Pengupahan  yang  menjadi  turunan  Undang-Undang  Nomor  11  Tahun  2020  tentang
              Cipta Kerja.

              Menteri  Ketenagakerjaan,  Ida  Fauziyah  menyebutkan  penerapan  upah  miminum  dengan
              ketentuan PP 36 Tahun 2021 untuk memperbaiki struktur upah Indonesia.

              "Semangat  dari  formula  UM  berdasarkan  PP  No.  36  Tahun  2021  adalah  untuk  mengurangi
              kesenjangan UM, sehingga terwujud keadilan antar wilayah. Keadilan antar wilayah tersebut
              dicapai melalui pendekatan rata-rata Konsumsi Rumah Tangga di masing-masing wilayah," ujar
              Ida Konferensi pers daring, Selasa (16/11/2021).

              Ia mengungkapkan saat ini upah minimum saat ini belum memiliki korelasi dengan angka rata-
              rata konsumsi, median upah hingga tingkat pengangguran.

              Selain itu, jika melihat median upah secara Internasional Indonesia termasuk salah satu tertinggi.

              Ida mengatakan idealnya, median upah berada di kisaran 0,4 sampai 0,6 persen, tapi Indonesia
              sudah lebih dari 1. Sehingga perlu ada penyesuaian formula perhitungan upah minimum.

              "Kondisi  ini  membuat  sebagian  besar  pengusaha  tidak  mampu  menjangkaunya  dan  akan
              berdampak negatif terhadap implementasinya di lapangan," jelasnya.

              Selain itu upah yang terlalu tinggi juga menurutnya bisa berpengaruh pada indeks daya saing
              Indonesia  dan  juga  kepastian  hukum  di  Indonesia,  sehingga  mempengaruhi  kepercayaan
              investor dan bisnis.

              Kemudian dampak lainnya, seperti terhambatnya perluasan kesempatan kerja baru, terjadinya
              substitusi  tenaga  kerja  ke  mesin,  memicu  terjadinya  pemutusan  hubungan  kerja  (PHK),
              mendorong terjadinya relokasi dari lokasi dari lokasi yang memiliki nilai upah minimum tinggi ke
              yang lebih rendah, hingga mendorong tutupnya perusahaan.

              Sekadar informasi, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berencana akan melakukan aksi
              mogok serentak secara nasional yang direncanakan pada Desember 2021.

              Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan tuntutan utama pihaknya untuk menolak penerapan upah
              minimum oleh Kementerian Ketenagakerjaan pada 2022 sebesar 1,09 persen.

              "Mogok  nasional  direncanakan  pada  awal  Desember  2021.  Tanggalnya  kemungkinan  tentatif
              yaitu  6  atau  8  Desember,  namun  belum  ada  keputusan  resmi  dari  semua  gabungan  serikat
              buruh," tutur Said Iqbal dalam konferensi pers virtual KSPI pada Selasa (16/11/2021).

              Ia mengatakan pemogokan akan diikuti sekitar 2 juta buruh di lebih dari 30 provinsi, dimana
              menurutnya hal tersebut sudah sesuai dengan konstitusi Indonesia.


              Selain  itu,  Said  Iqbal  mengungkapkan  buruh  juga  akan  melakukan  aksi  unjuk  rasa  besok  di
              daerah masing-masing dimana dipusarkan di kantor Gurbenur, hingga DPRD.[].







                                                           161
   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167