Page 267 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 267

“Kondisi upah minimum yang terlalu tinggi tersebut menyebabkan sebagian besar pengusaha
              tidak  mampu  menjangkaunya  dan  akan  berdampak  negatif  terhadap  implementasinya  di
              lapangan,” kata Ida.

              Menurutnya  hal  tersebut  sudah  sangat  terlihat  yaitu  dengan  upah  minimum  dijadikan  Upah
              efektif  oleh  pengusaha  sehingga  kenaikan  upah  cenderung  hanya  mengikuti  upah  minimum
              tanpa didasari kinerja individu.

              Hal ini juga yang kemudian membuat teman-teman serikat pekerja atau buruh lebih cenderung
              menuntut  kenaikan  upah  minimum  dibandingkan  membicarakan  upah  berbasis  kinerja  atau
              produktivitas.

              Menaker mengatakan upah minimum berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2021 hanya berdasarkan
              wilayah, yaitu Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

              Sehingga, tidak ada lagi penetapan upah minimum berdasarkan sektor.

              Namun, UMS yang telah ditetapkan sebelum tanggal 2 November 2020 tetap berlaku hingga
              UMS tersebut berakhir atau UMP/UMK di wilayah tersebut telah lebih tinggi.

              “Dengan demikian UMS tetap berlaku dan harus dilaksanakan oleh pengusaha,” ujarnya.

              Pihaknya  di  Kemenaker  telah  menyampaikan  data-data  yang  bersumber  dari  BPS  dalam
              penetapan upah minimum kepada seluruh gubernur.

              Dengan demikian seluruh kepala daerah dapat menetapkan upah minimum sesuai ketentuan
              dan sekaligus mencermati kondisi di daerahnya berdasarkan indikator makro daerahnya.

              “Gubernur harus menetapkan UMP paling lambat tanggal 21 November 2021, karena tanggal 21
              November merupakan hari libur nasional maka penetapannya harus dilakukan paling lambat 1
              hari sebelumnya, yaitu tanggal 20 November 2021,” ujarnya.





































                                                           266
   262   263   264   265   266   267   268   269   270   271   272