Page 265 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 265

UMP 2022 TERBARU: TERTINGGI DKI JAKARTA, TERENDAH JAWA TENGAH

              Rata-rata kenaikan UMP pada 2022 ada di angka 1,09 persen. Kementerian Ketenagakerjaan
              memproyeksikan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2022.

              Direktur  Jenderal  Pembinaan  Hubungan  Industrial  dan  Jaminan  Sosial  Kementerian
              Ketenagakerjaan  (Kemenaker)  Indah  Anggoro  Putri  menjelaskan  dari  beberapa  provinsi
              mengalami  kenaikan  UMP  namun  DKI  Jakarta  tetap  menjadi  kota  paling  tertinggi  upah
              minimumnya.

              Adapun rata-rata kenaikan UMP di 2022 ada di angka 1,09%. "Ada 34 provinsi, ada 4 provinsi
              yang nilai upah minimum 2021 lebih tinggi dari batas atas upah minimum, sehingga UM 2022
              ditetapkan sama dengan upah minimum tahun 2021," jelas dia dalam Seminar Terbuk Proses
              Penetapan Upah Minimum 2022 secara virtual, Senin (15/11/21).

              Adapun  daftar  proyeksi  UMP  per  daerah  yaitu  DKI  Jakarta  Rp  4.453.724  Sulawesi  Utara  Rp
              3.310.723 Sumatera Selatan Rp 3.144.446 Sulawesi Selatan Rp 3.165.876 Sulawesi Barat Rp
              2.678.863 Jawa Tengah Rp 1.813.011 Upah Minimum dimaksudkan sebagai pelindungan kepada
              pekerja/buruh dengan masa kerja kurang dari 1 tahun agar upahnya tidak dibayar terlalu rendah.
              Selain  itu,  kebijakan  upah  minimum  ditujukan  sebagai  salah  satu  instrument  pengentasan
              kemiskinan dan mendorong kemajuan ekonomi Indonesia.
              "Upah Minimum berdasarkan PP No. 36 Tahun 2021 hanya berdasarkan wilayah, yaitu Upah
              Minimum  Provinsi  (UMP)  dan  Upah  Minimum  Kabupaten/Kota  (UMK).  PP  35/2021  tidak
              mengamanatkan  Upah  Minimum  Berdasarkan  Sektor,"  jelas  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida
              Fauziyah dalam keterangan resmi, Senin (16/11/2021).

              Dari skema pengaturan tersebut, ia berharap setiap pihak mendukung penetapan Upah Minimum
              Tahun 2022 sesuai dengan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang pengupahan.

              Selain  itu,  Direktur  Hubungan  Kerja  dan  Pengupahan,  Dinar  Titus  Jogaswitani  mengatakan,
              semangat  dari  formula  Upah  Minimum  berdasarkan  PP  No.36  Tahun  2021  adalah  untuk
              mengurangi kesenjangan upah minimum, sehingga terwujud keadilan antar wilayah. Keadilan
              antar  wilayah  tersebut  dicapai  melalui  pendekatan  Rata  Rata  Konsumsi  Rumah  Tangga  di
              masing-masing wilayah.
              Selain  itu,  katanya,  penetapan  upah  minimum  tersebut  juga  ditujukan  untuk  mencapai
              kesejahteraan pekerja/buruh dengan tetap memperhatikan kemampuan perusahaan dan kondisi
              nasional. Hal tersebut dilakukan melalui penggunaan data-data ekonomi dan ketenagakerjaan
              yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS).

              Menurutnya, BPS sebagai satu-satunya wali data nasional merupakan lembaga yang independen
              dan kompeten dalam hal penyediaan data-data makro yang dibutuhkan oleh seluruh pihak yang
              berkepentingan.
              "BPS  tidak  melakukan  kegiatan  pengumpulan  data  yang  secara  khusus  ditujukan  untuk
              penghitungan upah minimum," jelas dia.

              Data-data  yang  disediakan  oleh  BPS  yang  dipergunakan  dalam  perhitungan  upah  minimum
              sudah lama dikumpulkan oleh BPS sebelum disahkannya PP No.36 Tahun 2021. Data-data untuk
              penghitungan penetapan upah minimum bisa diakses pada wagepedia.kemnaker.go.id.

              "Data  tersebut  juga  digunakan  oleh  institusi  lain  baik  lokal  maupun  internasional  dalam
              merencanakan atau mengambil keputusan yang akan dilakukan, sehingga banyak pihak yang
              mengawasi data BPS," ucapnya.

                                                           264
   260   261   262   263   264   265   266   267   268   269   270