Page 278 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 278

Judul               Menaker: Penetapan upah minimum tak sesuai berpotensi picu PHK
                Nama Media          gorontalo.antaranews.com
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         https://gorontalo.antaranews.com/nasional/berita/2527333/menaker-
                                    penetapan-upah-minimum-tak-sesuai-berpotensi-picu-phk
                Jurnalis            Endang Sukarelawati
                Tanggal             2021-11-16 19:21:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Kementerian Ketenagakerjaan
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Positif



              Narasumber

              positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Apabila ditetapkan lebih tinggi dari ketentuan
              akan berpotensi terhambatnya perluasan kesempatan kerja, kemungkinan terjadinya substitusi
              tenaga kerja ke mesin itu juga akan tinggi. Kita tidak berharap adanya PHK, karena ini memicu
              terjadinya PHK

              neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Kemudian mendorong terjadinya relokasi dari
              lokasi-lokasi yang memiliki nilai UMK tinggi pada lokasi atau wilayah yang memiliki nilai UMK
              yang lebih rendah



              Ringkasan

              Penetapan  upah  minimum  yang  tidak  sesuai  dengan  peraturan  perundangan  baru  dan  lebih
              tinggi berpotensi menghambat perluasan kesempatan kerja, memicu pemutusan hubungan kerja
              dan mendorong relokasi industri ke wilayah dengan upah lebih rendah.



              MENAKER: PENETAPAN UPAH MINIMUM TAK SESUAI BERPOTENSI PICU PHK

              Penetapan  upah  minimum  yang  tidak  sesuai  dengan  peraturan  perundangan  baru  dan  lebih
              tinggi berpotensi menghambat perluasan kesempatan kerja, memicu pemutusan hubungan kerja
              dan mendorong relokasi industri ke wilayah dengan upah lebih rendah.

              "Apabila  ditetapkan  lebih  tinggi  dari  ketentuan  akan  berpotensi  terhambatnya  perluasan
              kesempatan kerja, kemungkinan terjadinya substitusi tenaga kerja ke mesin itu juga akan tinggi.
              Kita tidak berharap adanya PHK, karena ini memicu terjadinya PHK," ujarnya.
              "Kemudian mendorong terjadinya relokasi dari lokasi-lokasi yang memiliki nilai UMK tinggi pada
              lokasi atau wilayah yang memiliki nilai UMK yang lebih rendah," tambah Ida.




                                                           277
   273   274   275   276   277   278   279   280   281   282   283