Page 351 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 351

Ringkasan

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah mengatakan Upah Minimum Provinsi (UMP)
              2022 rata-rata naik 1,09 persen. Angka tersebut merupakan perhitungan Badan Pusat Statistik
              (BPS).



              UMP 2022 DIPASTIKAN NAIK, RATA-RATA NASIONAL 1,09 PERSEN

              Jakarta,  IDN  Times  -  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker),  Ida  Fauziyah  mengatakan  Upah
              Minimum  Provinsi  (UMP)  2022  rata-rata  naik  1,09  persen.  Angka  tersebut  merupakan
              perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS). "Setelah kami melakukan simulasi, tentu saja nanti
              akan ditetapkan gubernur, simulasi berdasarkan data BPS, rata-rata kenaikan upah minimum itu
              1,09 persen. Ini rata-rata nasional," kata Ida dalam konferensi pers virtual, Selasa (16/11/2021).
              Gubernur  harus  tetapkan  UMP  sebelum  21  November  Ilustrasi  Uang.  (IDN  Times/Aditya
              Pratama) Ida mengatakan nantinya gubernur yang akan menetapkan UMP 2022. Meski begitu,
              Ida mengatakan penetapan UMP sebelum 21 November 2021.

              "Gubernur harus menetapkan UMP paling lambat tanggal 21 November 2021, karena tanggal 21
              November merupakan hari libur nasional maka penetapannya harus dilakukan paling lambat 1
              hari sebelumnya, yaitu tanggal 20 November 2021," ucap Ida.

              Adapun penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) wajib ditetapkan paling lambat 30
              November mendatang. "Hal ini juga telah tegaskan kembali oleh Menteri Dalam Negeri melalui
              Surat  Edaran  Menteri  Dalam  Negeri  561/6393/SJ  Hal  Penetapan  Upah  Minimum  tahun  2022
              kepada seluruh gubernur," ujar Ida.

              Ilustrasi  Uang.  (IDN  Times/Aditya  Pratama)  Ida  mengatakan  nantinya  UMP  ditetapkan
              berdasarkan indikator ekonomi makro di setiap daerah. "Hal tersebut dikarenakan data BPS yang
              kami  sampaikan  memuat  data-data  ekonomi  dan  ketenagakerjaan  dari  mulai  pertumbuhan
              ekonomi, inflasi, garis kemiskinan hingga pengangguran terbuka," tutur Ida.

              Ilustrasi uang (IDN Times/Arief Rahmat) Sebelumnya, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan
              Industrial dan Jaminan Sosial Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Indah Anggoro Putri
              mengatakan  kemungkinan  provinsi  yang  menetapkan  UMP  tertinggi  pada  2022  adalah  DKI
              Jakarta.
              Adapun provinsi yang kemungkinan menetapkan UMP terendah pada 2022 berdasarkan rata-
              rata kenaikan 1,09 persen adalah Jawa Tengah (Jateng).

              "Data statistik upah minimum secara umum saja, UMP terendah kayaknya akan terjadi di Jawa
              Tengah yaitu senilai Rp1.813.011. Paling tertinggi akan terjadi di DKI Jakarta yaitu sejumlah
              Rp4.452.724. Rata-rata penyesuaian upah minimum adalah 1,09 persen," tutur Indah dalam
              seminar virtual penetapan Upah Minimum 2022, Senin (15/11).

              Selain itu, dia juga mencatat ada empat provinsi yang tidak mengalami kenaikan upah minimum,
              antara  lain  Sumatra  Selatan,  Sulawesi  Utara,  Sulawesi  Selatan,  dan  Sulawesi  Barat.  Sebab,
              besaran upah minimum di empat provinsi tersebut sudah melampaui batas yang ditentukan.

              "Keempat provinsi tersebut yaitu Sumatra Selatan dengan nilai upah minimumnya Rp3.144.446,
              Sulawesi Utara Rp3.310.723, Sulawesi Selatan Rp3.165.876, dan Sulawesi Barat Rp2.678.863.
              Keempat provinsi ini nilainya akan sama dengan tahun 2022. Karena 2021, empat provinsi ini
              nilai upah minimumnya sudah melebihi batas atas upah minimum tahun depan," ucap dia.


                                                           350
   346   347   348   349   350   351   352   353   354   355   356