Page 356 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 356
Judul Pemerintah Pastikan Rata-rata Kenaikan UMP 2022 1,09 Persen
Nama Media cnnindonesia.com
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20211116182819-92-
722031/pemerintah-pastikan-rata-rata-kenaikan-ump-2022-109-persen
Jurnalis Selasa, 16 Nov 2021 18:41 WIB
Tanggal 2021-11-16 18:41:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Simulasi ini dari data BPS, rata-rata kenaikan
upah minimum itu 1,09 persen, ini rata-rata nasional
neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Tapi kita tunggu dari gubernur
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Karena kondisi upah minimum yang terlalu
tinggi tersebut menyebabkan sebagian besar pengusaha tidak mampu menjangkaunya dan akan
berdampak negatif terhadap implementasinya di lapangan
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Bagi pekerja dengan masa kerja lebih dari
satu tahun seharusnya menggunakan upah aktual atau upah efektif berdasarkan pada struktur
dan skala upah di masing-masing perusahaan yang bersangkutan
neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Dengan demikian kenaikan upah masing-
masing pekerja/buruh akan bergantung dengan produktivitas yang dihasilkannya
neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Namun, UMS yang telah ditetapkan sebelum
tanggal 2 November 2020 tetap berlaku hingga UMS tersebut berakhir atau UMP/UMK di wilayah
tersebut telah lebih tinggi dengan demikian UMS tetap berlaku dan harus dilaksanakan oleh
pengusaha
Ringkasan
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memastikan rata-rata kenaikan upah minimum
provinsi (UMP) 2022 secara nasional sebesar 1,09 persen. Ketentuan ini sesuai formula yang
berlaku di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.
355

