Page 360 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 360

UPAH MINIMUM 2022, PEMERINTAH ANCAM BERHENTIKAN GUBERNUR YANG TAK
              PATUH
              JAKARTA -- Pemerintah pusat mengancam bakal memberhentikan secara permanen gubernur
              atau kepala daerah yang tidak mengikuti formulasi penghitungan upah minimum (UM).

              Seperti diketahui, peraturan terbaru itu adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021
              tentang Pengupahan  yang  menjadi  turunan  Undang  Undang  Nomor  11  Tahun  2020  tentang
              Cipta Kerja.

              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  mengatakan  sanksi  itu  diambil  untuk  memastikan
              program strategis nasional ihwal UM dapat ditaati oleh setiap daerah. Harapannya, kata Ida,
              penetapan UM yang mengacu pada formula baku dalam PP itu dapat menciptakan iklim usaha
              yang berdaya saing dan kondusif bagi pengusaha.

              "Mendagri sudah menyampaikan surat kepada gubernur terkait ketentuan upah minimum, dalam
              surat  tersebut  juga  disampaikan  sanksi  kepada  gubernur  atau  kepala  daerah  yang  tidak
              memenuhi kebijakan pengupahan ini," kata Ida saat mengadakan konferensi pers secara daring,
              Selasa (16/11/2021).

              Ida memerinci sanksi administrasi itu di antaranya teguran tertulis, pemberhentian sementara
              hingga  pemberhentian  permanen.  Adapun,  landasan  hukum  dari  sanksi  itu  tertuang  dalam
              Undang Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

              "Ketentuan penetapan upah minimum ini adalah program strategis nasional," kata dia.

              Adapun  keputusan  itu  diambil  saat  rapat  koordinasi  yang  dipimpin  oleh  Menteri  Koordinator
              Bidang  Politik,  Hukum,  dan  Keamanan  Mahfud  Md  pada  Selasa  (16/11/2021)  siang.  Rapat
              koordinasi  itu  dihadiri  jajaran  terkait  dari  Kementerian  Ketenagakerjaan,  Kementerian  Dalam
              Negeri,  Badan  Pusat  Statistik  (BPS), Tentara  Nasional  Indonesia  (TNI), Kepolisian  RI  (Polri),
              Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kejaksaan Agung.

              Kementerian Ketenagakerjaan mengungkap kenaikan rata-rata upah minimum provinsi (UMP)
              pada  2022  sebesar  1,09  persen.  Angka  ini  diperoleh  dengan  menggunakan  formulasi
              penghitungan  baru  yang  mengacu  pada  Peraturan  Pemerintah  No.  36/2021  tentang
              Pengupahan.

              Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemenaker
              Indah  Anggoro  Putri  mengatakan  UMP terendah  pada  2022  berada  di  Jawa  Tengah  dengan
              nominal Rp1.813.011. Sementara UMP tertinggi di DKI Jakarta dengan nilai Rp4.453.724.

              "Rata-rata penyesuaian upah minimum [2022] 1,09 persen. Saya tidak bilang bahwa ini upah
              minimum  provinsi,  ini  rata-rata  penyesuaian  upah  minimum  tahun  depan,"  kata  Putri  dalam
              Seminar Terbuka Proses Penetapan Upah Minimum 2022 secara daring, Senin (15/11/2021).

              Putri mengatakan bahwa 1,09 persen merupakan rata-rata kenaikan dari upah minimum seluruh
              provinsi. Keputusan akhir persentase kenaikan akan kembali kepada gubernur setiap provinsi
              dan mengacu pada data-data yang diterbitkan BPS.

              "Penyesuaian upah minimum tahun depan tergantung gubernur yang menetapkan, bukan berarti
              semua provinsi naik 1,09 persen," katanya.

              UMP 2022 sendiri ditetapkan pada nilai tertentu di antara batas atas dan batas bawah pada
              wilayah bersangkutan dengan menggunakan formula penyesuaian sebagaimana diatur dalam PP
              No. 36/2021. Penyesuaian UMP sendiri tidak boleh melampaui batas atas.


                                                           359
   355   356   357   358   359   360   361   362   363   364   365