Page 397 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 397

Judul               Menaker: Kenaikan Upah Minimum 2022 Secara Nasional 1,09%
                Nama Media          mediaindonesia.com
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         https://mediaindonesia.com/ekonomi/447325/menaker-kenaikan-upah-
                                    minimum-2022-secara-nasional-109
                Jurnalis            Despian Nurhidayat |
                Tanggal             2021-11-16 18:22:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Kementerian Ketenagakerjaan
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Positif



              Ringkasan

              MENTERI Ketenagakerjaan Ida Fauziah mengatakan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik
              (BPS),  rata-rata  kenaikan  upah  minimum  secara  nasional  ditetapkan  mencapai  1,09%  pada
              2022. Menurutnya, setelah ketetapan ini, seluruh Gubernur di Indonesia akan mengumumkan
              kenaikan upah minimum di masing-masing daerah.



              MENAKER: KENAIKAN UPAH MINIMUM 2022 SECARA NASIONAL 1,09%

              MENTERI Ketenagakerjaan Ida Fauziah mengatakan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik
              (BPS),  rata-rata  kenaikan  upah  minimum  secara  nasional  ditetapkan  mencapai  1,09%  pada
              2022. Menurutnya, setelah ketetapan ini, seluruh Gubernur di Indonesia akan mengumumkan
              kenaikan upah minimum di masing-masing daerah.

              "Upah minimum ini ditetapkan bagi pekerja yang masa kerjanya kurang dari satu tahun. Bagi
              pekerja yang memiliki masa kerja lebih dari 1 tahun seharusnya menggunakan upah aktual atau
              upah  efektif  berdasarkan  pada  struktur  dan  skala  upah,"  ungkapnya  dalam  konferensi  pers
              secara daring, Selasa (16/11).

              Lebih  lanjut,  menurut  Ida,  kondisi  upah  minimum  yang  terlalu  tinggi  akan  menyebabkan
              sebagian besar pengusaha tidak mampu menjangkaunya dan akan berdampak negatif terhadap
              implementasi di lapangan.

              Hal itu juga sudah sangat terlihat dengan upah minimum yang saat ini dijadikan sebagai upaya
              efektif  oleh  pengusaha,  kenaikan  upah  cenderung  hanya  mengikuti  upah  minimum  tanpa
              didasari oleh kinerja individu.

              "Hal ini juga yang membuat teman-teman serikat pekerja dan serikat buruh lebih cenderung
              menuntut kenaikan upah minimum dibandingkan dengan membicarakan upah berbasis kinerja
              atau produktivitas," kata Ida.





                                                           396
   392   393   394   395   396   397   398   399   400   401   402