Page 428 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 428

BURUH MINTA UPAH 2022 NAIK 16 PERSEN, GUBSU EDY: SAYA AKAN BERBUAT
              ADIL, DEMI ALLAH
              Serikat  buruh  di  Sumatera  Utara  (Sumut)  mendesak  Pemerintah  Provinsi  Sumatera  Utara
              (Pemprov Sumut) menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022 sebesar 16 persen.

              Permintaan tersebut disampaikan Ketua DPD Serikat Pekerja Nasional Sumut, Anggiat Pasaribu.
              Dia menilai permintaan kenaikan upah tahun 2022 itu didasari oleh mulai membaiknya kondisi
              pandemi Covid-19.

              "Itulah  harapan  kami,  jadi  kami  berharap  melihat  pertumbuhan  ekonomi,  kenaikan  upah  itu
              sebelumnya kan rata rata 7-8 persen, karena tahun kemarin gak naik, maka di kali kan dua,
              makanya kami tuntut 16 persen kenaikan upah untuk 2022," kata Ketua DPD Serikat Pekerja
              Nasional Sumut, Anggiat Pasaribu, Selasa (16/11/2021).

              Anggiat tidak memungkiri kenaikan upah menjadi terbatas setelah disahkannya Undang-Undang
              Cipta  Kerja.  Jika  dalam  aturan  undang-undang  sebelumnya,  pemerintah  daerah  diberi
              kewenangan untuk menaikkan upah dengan layak.

              "Tetapi memang dalam regulasi UU Omnibuslaw sudah dibatasi. Hal itulah yang saya katakan
              tadi, upah itu sudah dimonopoli oleh pusat sementara UU Sebelumnya memberikan kebebasan
              terhadap daerah berapa kenaikan upah yang layak," ujarnya.

              Menanggapi permintaan para buruh, Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan akan menetapkan
              UMP dengan seadil-adilnya untuk Sumut Bermartabat dengan mengumpulkan semua masukan
              dari para pekerja, akademisi hingga pengusaha untuk menentukan besaran UMP.

              Menurutnya,  penentuan  UMP  akan  melihat  dari  berbagai  aspek,  mulai  dari  pertumbuhan
              ekonomi, inflasi, dan lain sebagainya.
              "Yakinkan Anda semua, bahwa saya akan berbuat adil, demi Tuhan, demi Allah, saya tak ada
              melihat kanan dan kiri, saya berbuat netral untuk kesejahteraan rakyat saya, itu cita-cita saya
              pada saat saya bersumpah menjadi Gubernur Sumut," ungkap Gubernur Edy.

              Gubernur  menyampaikan,  semua  pihak  harus  didudukkan  untuk  menemui  jalan  tengah
              mengenai penetapan upah. Untuk itu, setelah bertemu pada pekerja/buruh, Gubernur juga akan
              mengundang para pengusaha untuk meminta masukan terkait besaran upah yang ditetapkan.

              Mantan Pangkostrad itu bahkan mengatakan bahwa sejujurnya dia sangat ingin menetapkan
              UMP yang tinggi.

              Seperti diketahui, Upah Minimum Provinsi (UMP) Tahun 2022 rencananya akan diteken pada 21
              November 2021.



















                                                           427
   423   424   425   426   427   428   429   430   431   432   433