Page 424 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 424
KSPI, katanya, akan melibatkan lebih dari dua juta buruh dengan menggandeng 60 federasi
serikat pekerja.
Dia menyebut, pihaknya menyiapkan empat tindakan aksi yang akan dilakukan mulai esok hari.
Aksi tersebut dimulai dari gelombang demostrasi buruh di daerah dengan menyasar kantor
gubernur, walikota, bupati, dan DPRD.
Baca Juga: Selanjutnya, aksi unjuk rasa nasional di istana negara, gedung Kemenaker, dan
gedung DPR. Di daerah, serikat pekerja akan melakukan mogok kerja untuk menghentikan
produksi sejumlah perusahaan selama beberapa hari. Terakhir, KSPI akan melakukan mogok
nasional sebagai puncak dari unjuk rasa.
"Dari informasi yang kami terima, daerah meminta agar diizinkan mogok daerah atau modar.
Jadi mereka akan menghentikan dan melumpuhkan proses produksi, secara bergelombang.
Misalnya di Sukabumi, Cianjur, Sukabumi, Jakarta. Mereka mengistilahkan Mogok Daerah atau
Modar. Barulah puncaknya tentative pada 6,7,8 Desember mogok nasional," ujarnya dalam
konferensi pers, daring, Selasa (16/11/2021).
Dia mengatakan, semua aksi yang dilangsungkan KSPI akan berkoordinasi dengan Satuan Tugas
Covid-19 dan aparat keamanan.
Dia mengatakan, pihaknya akan mematuhi semua prosdur dan protokol kesehatan serta menaati
Undang-Undang (UU) No.9/1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum
dan UU 21/2000 tentang Serikat Pekerja/ Serikat Buruh.
Pemogokan ini, menurut dia, akan diperluas dengan melibatkan mahasiswa dan pekerja di sektor
informal yang terdampak upah murah.
Sebelumnya, Kementerian Tenaga Kerja menyebut upah minimum provinsi (UMP) hanya akan
naik sekitar 1,09 persen pada tahun depan. Prosentase penaikan itu ditetapkan dengan
menggunakan formulasi penghitungan baru yang mengacu pada Peraturan Pemerintah No.
36/2021 tentang Pengupahan.
Editor: Agus Luqman
423

