Page 419 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 419

Praktek  penetapan  UMP/K  yang  dilakukan  oleh  para  Gubernur  yang  tidak  sesuai  dengan
              ketentuan regulasi atau pun SE Menteri Ketenagakerjaan sudah lama terjadi, dan ini menjadi hal
              yang biasa saja.

              Pak Joko Widodo (Jokowi) pernah mengklaim dirinya sebagai gubernur pertama di DKI Jakarta
              yang berani menaikkan upah minimum provinsi (UMP) hingga 44 persen. Pak Jokowi mengakui
              bahwa kebijakannya ini mendapatkan protes dari kalangan pengusaha. Demikian juga Ahok dan
              beberapa gubernur lainnya menaikan UMP tahun-tahun berikutnya tidak mengacu pada PP No.
              78 Tahun 2015, yang pada saat itu pun sudah dilabelkan sebagai Program Strategis Nasional.

              Saya  menilai  kewenangan  yang  diberikan  oleh  UU  No.  11  Tahun  2020  tentang  Cipta  Kerja
              (sebelumnya oleh UU No. 13 Tahun 2003) kepada para Gubernur untuk menetapkan UMP/K
              adalah kewenangan yang tidak perlu diintervensi oleh Menteri Ketenagakerjaan. Para Gubernur
              mengetahui  kondisi  ekonomi  wilayahnya,  dan  akan  menetapkan  UMP/K  sesuai  kondisi
              wilayahnya. Kalau pun ada rumus-rumus dalam PP No. 36 Tahun 2021 maka ketentuan tersebut
              hanya  sebatas  acuan  himbauan  saja,  bukan  sebagai  rumus  yang  mengatur  100  persen
              kewenangan Gubernur.
              Kalau Gubernur dipaksa mengikuti rumus-rumus di PP No. 36 Tahun 2021 maka bisa dikatakan
              kewenangan Gubernur di UU Cipta Kerja dikerdilkan oleh PP no. 36 Tahun 2021 dan Gubernur
              hanya sebagai "tukang stempel" saja. Kewenangan Gubernur dikebiri habis oleh rumus-rumus
              tersebut.
              Para Gubernur memiliki kepentingan terhadap penetapan UMP/K untuk mendukung konsumsi
              masyarakat  di  wilayahnya  sehingga  daya  beli  pekerja/buruh  yang  baik  dapat  menggerakan
              barang dan jasa di wilayahnya, dan pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan ekonomi di
              wilayahnya.










































                                                           418
   414   415   416   417   418   419   420   421   422   423   424