Page 415 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 415

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengatakan, kenaikan UMP 2022 ini masih menunggu
              keputusan dari Gubernur di setiap provinsi untuk penetapannya.
              "Kita  tunggu  dari  Gubernur  untuk  penetapannya,"  ujar  Ida  dalam  video  conference,  Selasa
              (16/11/2021) Ida menambahkan, terdapat suatu metode yang secara internasional di gunakan
              untuk  mengukur  tinggi  rendahnya  suatu  upah  minimum  di  suatu  wilayah,  yaitu  dengan
              membandingkan besaran upah minimum yang berlaku dengan median upahnya (kaitz indeks).

              "Besaran UM saat ini hampir di seluruh wilayah sudah melebihi median upah, bahkan Indonesia
              menjadi satu-satunya negara dengan Kaitz Index lebih besar dari 1, dimana idealnya berada
              pada kisaran 0,4 s.d. 0,6. Kondisi UM yang terlalu tinggi tersebut menyebabkan sebagian besar
              pengusaha  tidak  mampu  menjangkaunya  dan  akan  berdampak  negatif  terhadap
              implementasinya di lapangan," kata dia.

              Hal tersebut, sudah sangat terlihat yaitu dengan upah minimum yang dijadikan Upah efektif oleh
              pengusaha. Sehingga kenaikan upah cenderung hanya mengikuti upah minimum tanpa didasari
              oleh kinerja individu.

              "Hal ini juga yang kemudian membuat teman-teman SP/SB lebih cenderung menuntut kenaikan
              UM di bandingkan membicarakan upah berbasis kinerja/produktivitas," ucapnya.

              Menurutnya, upah minimum ini berdasarkan PP No.36 Tahun 2021 hanya berdasarkan wilayah,
              yaitu Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Tidak ada lagi
              penetapan UM berdasarkan sektor.

              "Upah  yang  telah  ditetapkan  sebelum  tanggal  2  November  2020  tetap  berlaku  hingga  UMS
              tersebut berakhir atau UMP/UMK di wilayah tersebut telah lebih tinggi. Dengan demikian UMS
              tetap berlaku dan harus dilaksanakan oleh pengusaha," ujarnya.

              Dia  memastikan  penetapan  upah  minimum  provinsi  ini  menyesuaikannya  sesuai  dengan
              Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

              Editor : Aditya Pratama.



































                                                           414
   410   411   412   413   414   415   416   417   418   419   420