Page 462 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 462

BURUH KHAWATIR UPAH MALAH TURUN BUKAN NAIK, BEGINI HITUNGANNYA

              Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) khawatir upah minimum 2022 bukannya naik malah
              turun.  Sebab,  pemerintah  menetapkan  batas  atas  dan  batas  bawah  upah  minimum.  Skema
              tersebut untuk pertama kalinya berlaku di tahun depan.

              Presiden KSPI Said Iqbal menjelaskan batas bawah upah minimum ini nilainya lebih rendah dari
              upah  minimum  yang  berlaku  saat  ini.  Artinya  terbuka  kemungkinan  bagi  pengusaha  untuk
              menurunkan upah di tahun depan.

              "Dengan menggunakan istilah batas bawah dan batas atas dalam penetapan upah minimum,
              KSPI  ingin  menyatakan  tidak  ada  kenaikan  upah  minimum,  justru  terjadi  penurunan  upah
              minimum sebesar hampir 50%," katanya dalam konferensi pers virtual, Selasa (16/11/2021).

              Batas atas dan batas bawah upah minimum sendiri dapat dilihat di sistem informasi mengenai
              pengupahan  yang  dibuat  oleh  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker),  melalui  laman
              https://wagepedia.kemnaker.go.id/.

              Said mengambil contoh upah minimum di Kota Depok. Pada 2021 ini salah satu kota di Provinsi
              Jawa  Barat  itu  menetapkan  upah  minimum  sebesar  Rp  4,3  juta.  Sementara  berdasarkan
              kalkulator penyesuaian upah, batas atas Kota Depok adalah Rp 5.762.352. Tentu angka yang
              menggembirakan.

              Tapi bagaimana dengan batas bawahnya? di kalkulator Kemnaker disebutkan angkanya adalah
              Rp  2.881.176.  Tapi  di  situ  disebutkan  juga  upah  minimum  2022  Kota  Depok  sebesar  Rp
              4.377.231.

              "Berarti batas bawah upah minimum yang dibolehkan di Depok adalah Rp 2,8 juta, batas atasnya
              Rp 5,7 juta," sebutnya.
              Lanjut Said, yang dikhawatirkan adalah buruh yang saat ini upahnya paling tidak setara upah
              minimum di Rp 4,3 juta, bisa mengalami penurunan upah menjadi Rp 2,8 juta sesuai batas
              bawah yang diperbolehkan.

              "Kalau saya pengusaha, sekarang upah minimum Depok Rp 4,3 juta, batas atasnya Rp 5,7 juta,
              batas bawahnya Rp 2,8 juta, boleh nggak saya turunkan upah minimum menjadi Rp 2,8 juta
              secara hukum? boleh. Kok begitu bodohnya kita dibodoh-bodohi oleh menteri," jelasnya.

              "Kalau pengusaha bayar aja (pegawainya) Rp 2,8 juta naikin lah Rp 2,9 juta, itu yang saya bilang
              bukannya naik malah turun. Dari Rp 4,3 juta upah minimum Depok sekarang boleh bayar Rp 2,8
              juta, turun hampir 50%. 'Oh sudah ada batas atas Rp 5,7 juta' siapa yang mau bayar Rp 5,7 juta
              kalau boleh membayar Rp 2,8 juta, kalau boleh membayar Rp 3 juta," tambah Said.




















                                                           461
   457   458   459   460   461   462   463   464   465   466   467