Page 463 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 463

Judul               Upah Cuma Naik 1,09 Persen, KSPI: Lebih Buruk dari Zaman Soeharto
                Nama Media          law-justice.co
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         https://www.law-justice.co/artikel/119827/upah-cuma-naik-109-
                                    persen-kspi-lebih-buruk-dari-zaman-soeharto/
                Jurnalis            redaksi
                Tanggal             2021-11-16 16:40:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif



              Narasumber

              negative - Said Iqbal (Presiden KSPI) KSPI menolak dengan tegas dan keras kebijakan yang
              telah dikeluarkan oleh pemerintah dalam hal ini Menteri Ketenagakerjaan

              negative - Said Iqbal (Presiden KSPI) Jauh lebih buruk dari zaman Soeharto di Era Orde Baru


              Ringkasan

              Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengumumkan rata-rata kenaikan upah minimum
              provinsi (UMP) 2022 sebesar 1,09 persen. Jauh dari tuntutan asosiasi buruh yang meminta 10
              persen.  Presiden  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  Said  Iqbal  pun  mengatakan,
              pihaknya menolak kenaikan upah 1,09% di 2022 itu.



              UPAH CUMA NAIK 1,09 PERSEN, KSPI: LEBIH BURUK DARI ZAMAN SOEHARTO

              Jakarta,  law-justice.co  -  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  mengumumkan  rata-rata
              kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2022 sebesar 1,09 persen. Jauh dari tuntutan asosiasi
              buruh yang meminta 10 persen.

              Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal pun mengatakan, pihaknya
              menolak kenaikan upah 1,09% di 2022 itu.

              "KSPI menolak dengan tegas dan keras kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah dalam
              hal ini Menteri Ketenagakerjaan," ujar Said saat konferensi pers daring, Selasa (16/11/2021).
              Said  mengatakan,  pemerintah  lebih  berpihak  kepada  pengusaha  dalam  menetapkan  upah
              minimum 2022 ketimbang buruh. Dalam hal ini pemerintah dituding ingin mengembalikan rezim
              upah murah.

              "Jauh lebih buruk dari zaman Soeharto di Era Orde Baru," ujar Said.

                                                           462
   458   459   460   461   462   463   464   465   466   467   468