Page 61 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 61

Tak  hanya  itu,  Ida  juga  mengatakan  penetapan  upah  minimum  yang  tidak  sesuai  dengan
              peraturan perundangan juga berpotensi menurunkan indeks daya saing Indonesia khususnya
              pada aspek kepastian hukum dan menurunkan kepercayaan investor terhadap sistem hukum
              Indonesia.

              "Apabila ditetapkan lebih tinggi dari ketentuan maka akan berpotensi terhambatnya perluasan
              kesempatan  kerja  baru,  terjadinya  substitusi  tenaga  kerja  ke  mesin  (otomatisasi  proses
              produksi)," jelasnya.

              Selain itu, pengenaan upah yang lebih tinggi dibanding ketentuan akan mendorong tutupnya
              perusahaan, khususnya pada situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini.

              "Kemudian juga mempersempit ruang dialog kesepakatan upah serta penerapan struktur dan
              skala upah," ujarnya menegaskan.

              Di sisi lain, Ida menekankan bahwa upah minimum berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2021 hanya
              berdasarkan wilayah, yaitu Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota
              (UMK).

              Sehingga, tidak ada lagi penetapan upah minimum berdasarkan sektor (UMS).

              "Namun, UMS yang telah ditetapkan sebelum tanggal 2 November 2020 tetap berlaku hingga
              UMS tersebut berakhir atau UMP/UMK di wilayah tersebut telah lebih tinggi," ungkapnya.

              Dengan demikian, lanjut Ida, UMS tetap berlaku dan harus dilaksanakan oleh pengusaha.

              Sementara  itu,  dia  menjelaskan  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemenaker)  telah
              menyampaikan data-data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam penetapan
              upah minimum kepada seluruh gubernur.

              Dengan demikian, seluruh kepala daerah dapat menetapkan upah minimum sesuai ketentuan
              dan sekaligus mencermati kondisi di daerah masing-masing berdasarkan indikator makro.
              Kemenaker  juga  telah  memberikan  waktu  kepada  para  gubernur  untuk  menentukan  dan
              mengumumkan  UMP  paling  lambat  pada  20  November  2021  dan  paling  lambat  pada  30
              November 2021 untuk UMK.




























                                                           60
   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66