Page 624 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 624

Judul               UMP 2022 Naik Rata-rata 1,09 Persen
                Nama Media          Batam Pos
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         Pg4
                Jurnalis            JP GROUP
                Tanggal             2021-11-16 11:11:00
                Ukuran              69x259mmk
                Warna               Hitam/Putih
                AD Value            Rp 31.395.000

                News Value          Rp 94.185.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Positif




              Ringkasan
              Tahun depan, pekerja/buruh sepertinya harus kembali gigit jari. Set lah ditetapkan tak naik di
              tahun 2021, upah minimum provinsi (UMP) tahun depan bakal naik tipis. Rata-rata seKitar 1,09
              persen.  Angka  tersebut  diperoleh  dari  perhitungan  besaran  UMP  2020  yang  dilakukan
              Kementerian  Tenaga  Kerja  (Kemenaker)  merujuk  PP  36/2021  tentang pengupahan.  Dimana,
              formula  perhitungan  tak  lagi  mengacu  pada  inflasi  dan  pertumbuhan  ekonomi  seperti  PP
              78/2015. Namun, menggunakan 10 data ekonomi dan ketenagakerjaan dari BPS dengan formula
              khusus dalam PP 36/2021. Perhitungan juga bisa dilakukan melalui kalkulator upah minimum
              yang ada padalaman kttp://wagepedia.kemnaker. go.id/.



              UMP 2022 NAIK RATA-RATA 1,09 PERSEN

              Tahun depan, pekerja/buruh sepertinya harus kembali gigit jari. Setelah ditetapkan tak naik di
              tahun 2021, upah minimum provinsi (UMP) tahun depan bakal naik tipis. Rata-rata seKitar 1,09
              persen.

              Angka  tersebut  diperoleh  dari  perhitungan  besaran  UMP  2020  yang  dilakukan  Kementerian
              Tenaga  Kerja  (Kemenaker)  merujuk  PP  36/2021  tentang  pengupahan.  Dimana,  formula
              perhitungan  tak  lagi  mengacu  pada  inflasi  dan  pertumbuhan  ekonomi  seperti  PP  78/2015.
              Namun, menggunakan 10 data ekonomi dan ketenagakerjaan dari BPS dengan formula khusus
              dalam PP 36/2021. Perhitungan juga bisa dilakukan melalui kalkulator upah minimum yang ada
              padalaman kttp://wagepedia.kemnaker. go.id/.

              Direktur Jenderal Pembinaan 'Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Ditjen PHI
              JSK)  Kemenaker,  Indah  Anggoro Putri,  menuturkan,  angka  1,09  persen  tersebut  merupakan
              rata-rata  dari  semua  provinsi.  "Bukan  berartisetiap  provinsi  naik  1,09  persen'  ujarya  dalam
              seminar terkait UMP 2022 secara daring, Senin (15/11).

              'Empat provinsi bahkan tidak akan mengalami kenaikan UMP di tahun depan. Hal ini Tantaran,
              nilai UM 2021 lebih tinggi dari batas atas upah minimum. Sehingga, sesuai dengan PP 36/2021
              maka UM 2022 ditetapkan sama dengan UP 2021. Keempat provinsi itu, yakni Sumatra Selatan
              Rp 3.144.446, Sulawesi Utara Rp 3.310.723, Sulawesi Selatan Rp 3.165.876, dan Sulawesi Barat

                                                           623
   619   620   621   622   623   624   625   626   627   628   629