Page 647 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 647
Judul UMP 2022 Naik Rata-Rata Hanya 1,09 Persen
Nama Media Riau Post
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL Pg1&2
Jurnalis Jpg
Tanggal 2021-11-16 09:58:00
Ukuran 140x152mmk
Warna Hitam/Putih
AD Value Rp 42.000.000
News Value Rp 420.000.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
neutral - Indah Anggoro Putri (Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker) Bukan berarti setiap provinsi
naik 1,09 persen
neutral - Indah Anggoro Putri (Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker) Jadi tidak benar kalau upah
minimum ditetapkan oleh Kemenaker
positive - Timboel Siregar (Sekjen Organiasi Pekerja Seluruh Indonesia) Yang pada akhirnya akan
mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayahnya
negative - Timboel Siregar (Sekjen Organiasi Pekerja Seluruh Indonesia) Sementara nilai inflasi
di atas 1 persen. Maka dipastikan daya beli buruh, pekerja dan keluarganya akan menurun. Upah
buruh/pekerja tergerus inflasi
positive - Timboel Siregar (Sekjen Organiasi Pekerja Seluruh Indonesia) Kondisi ini yang akan
menjadi lingkaran setan bagi perekonomian provinsi maupun kabupaten dan kota
Ringkasan
Tahun depan, pekerja/buruh sepertinya harus kembali gigit jari. Setelah ditetapkan tak naik di
2021, upah minimum provinsi (UMP) tahun depan bakal naik tipis. Rata-rata sekitar 1,09 persen.
Angka tersebut diperoleh dari perhitungan besaran UMP 2020 yang dilakukan Kementerian
Tenaga Kerja (Kemenaker) merujuk PP 36/2021 tentang pengupahan. Di mana, formula
perhitungan tak lagi mengacu pada inflasi dan pertumbuhan ekonomi seperti PP 78/2015.
UMP 2022 NAIK RATA-RATA HANYA 1,09 PERSEN
Tahun depan, pekerja/buruh sepertinya harus kembali gigit jari. Setelah ditetapkan tak naik di
2021, upah minimum provinsi (UMP) tahun depan bakal naik tipis. Rata-rata sekitar 1,09 persen.
646

