Page 648 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 648

Angka  tersebut  diperoleh  dari  perhitungan  besaran  UMP  2020  yang  dilakukan  Kementerian
              Tenaga  Kerja  (Kemenaker)  merujuk  PP  36/2021  tentang  pengupahan.  Di  mana,  formula
              perhitungan tak lagi mengacu pada inflasi dan pertumbuhan ekonomi seperti PP 78/2015.

              Namun, menggunakan 10 data ekonomi dan ketenagakerjaan dari BPS dengan formula khusus
              dalam PP 36/2021. Perhitungan juga bisa dilakukan melalui kalkulator upah minimum yang ada
              pada laman http://wagepedia.kemnaker.go.id/.

              Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Ditjen PHI
              JSK) Kemenaker Indah Anggoro Putri menuturkan, angka 1,09 persen tersebut merupakan rata-
              rata dari semua provinsi. "Bukan berarti setiap provinsi naik 1,09 persen," ujarnya dalam seminar
              terkait UMP 2022 secara daring, kemarin (15/11).

              Empat provinsi bahkan tidak akan mengalami kenaikan UMP di tahun depan. Hal ini lantaran,
              nilai UM 2021 lebih tinggi dari batas atas upah minimum. Sehingga, sesuai dengan PP 36/2021
              maka UM 2022 ditetapkan sama dengan UP 2021.
              Keempat  provinsi  itu,  yakni  Sumatera  Selatan  Rp3.144.446,  Sulawesi  Utara  Rp3.310.723,
              Sulawesi Selatan Rp3.165.876, dan Sulawesi Barat Rp2.678.863.

              Selain kenaikan rata-rata UMP 2022, diperoleh pula sejumlah data statistik lainnya. Diketahui,
              UMP 2022 tertinggi dipegang oleh DKI Jakarta Rp4.453.724. Sementara, untuk perhitungan UMP
              2022 terendah adalah Jawa Tengah sebesar Rp1.813.011.

              Sedangkan, untuk UM kabupaten/kota (UMK) tertinggi di Kota Palu. Nilai kenaikannya sebesar
              Rp174.840. Untuk nilai kenaikan UMK terendah yakni Kabupaten Padang Lawas Utara sebesar
              Rp277.

              Kemudian,  dari  seluruh  provinsi  di  Indonesia,  yang  pertumbuhan  ekonominya  paling  tinggi
              adalah Maluku Utara dengan kenaikan 12,76 persen. Sementara, untuk pertumbuhan ekonomi
              terendah ialah Bali -5,83 persen. Untuk data inflasi, daerah dengan tingkat inflasi tertinggi adalah
              Bangka Belitung sebesar 3,29 persen dan terendah Papua -0,40 persen.

              Adapun, untuk UMP 2022 ini akan ditentukan oleh masing-masing gubernur di tiap provinsi paling
              lambat 21 November 2021. Sedangkan deadline penetapan UMK pada 30 November 2021. "Jadi
              tidak benar kalau upah minimum ditetapkan oleh Kemenaker," tegasnya.

              Putri menambahkan, UM ini berlaku untuk pekerja yang telah bekerja kurang dari 12 bulan.
              Adapun pekerja yang sudah bekerja lebih dari satu tahun, maka besaran upahnya ditetapkan
              berdasarkan struktur upah masing-masing perusahaan.

              Terpisah, Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (Opsi) Timboel Siregar menilai, kenaikan
              UMP yang terlalu kecil bisa berdampak pada daya beli pekerja/buruh.
              Dikhawatirkan, daya beli pekerja/ buruh bakal semakin tergerus di tengah pandemi Covid-19
              yang sudah berjalan lebih dari 1,5 tahun.

              Karenanya, diharapkan para gubernur bisa menetapkan UMP/ UMK sesuai dengan kondisi di
              wilayahnya. Sebab, para gubernur juga harus memikirkan konsumsi masyarakat di wilayahnya
              sehingga daya beli pekerja/buruh pun bisa membaik. "Yang pada akhirnya akan mendukung
              pertumbuhan ekonomi di wilayahnya," ungkapnya.

              Tahun  lalu  pun,  sejumlah  gubernur  menetapkan  UMP/K  tidak  mengikuti  SE  Menaker.  Salah
              satunya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menaikkan UMP 2021 sebesar 5,65
              persen atau menjadi Rp1.868.000. Angka tersebut termasuk yang tertinggi di Indonesia.


                                                           647
   643   644   645   646   647   648   649   650   651   652   653