Page 69 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 69
Judul Kenaikan Upah Dinilai Masih Terlalu Rendah
Nama Media Kompas
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL Pg1&15
Jurnalis Age
Tanggal 2021-11-17 04:30:00
Ukuran 377x151mmk
Warna Warna
AD Value Rp 243.165.000
News Value Rp 2.431.650.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Said Iqbal (Presiden KSPI) Pekerja disuruh menutup sendiri kekurangannya,
menombok sendiri karena persentase penyesuaian upah minimum ada di bawah inflasi
positive - Tauhid Ahmad (Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance
(Indef)) Inflasi kebutuhan pokok makanan saja sudah lebih tinggi daripada kenaikan upah
pekerja. Bagaimana pekerja mau memenuhi kebutuhan hidup dan keluarganya?
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Upah minimum yang terlalu tinggi membuat
sebagian besar pengusaha tidak mampu menjangkaunya dan itu berdampak negatif pada
implementasi di lapangan
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Ketentuan penetapan upah minimum ini
adalah program strategis nasional. Menteri Dalam Negeri sudah menyampaikan surat kepada
gubernur. Dalam surat itu juga disampaikan sanksi kepada gubernur yang tidak memenuhi
kebijakan pengupahan ini
Ringkasan
Rata-rata kenaikan upah minimum 2022 hanya 1,09 persen dan umumnya di bawah tingkat
inflasi. Negosiasi dinilai perlu dibuka agar buruh tidak semakin terpuruk. Dengan formula baru
yang mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, rata-rata
kenaikan upah minimum 2022 hanya 1,09 persen. Angka itu umumnya di bawah tingkat inflasi
di daerah.
KENAIKAN UPAH DINILAI MASIH TERLALU RENDAH
Rata-rata kenaikan upah minimum 2022 hanya 1,09 persen dan umumnya di bawah tingkat
inflasi. Negosiasi dinilai perlu dibuka agar buruh tidak semakin terpuruk. Dengan formula baru
yang mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, rata-rata
68

