Page 75 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 75

"Ini adalah angka yang adil dengan parameter yang merefleksikan kondisi riil seperti rata-rata
              konsumsi dan tingkat pengangguran," katanya.
              Dia menegaskan bahwa upah minimum provinsi bukanlah upah rata-rata yang diterima pekerja
              di suatu wilayah. Upah minimum merupakan instrumen perlindungan sosial bagi pekerja dengan
              masa kerja di bawah 1 tahun agar tidak dibayar terlalu rendah.

              Sebaliknya, perspektif berbeda dikemukakan kalangan pekerja. Sekretaris Jenderal Organisasi
              Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar meminta para gubernur atau kepala daerah
              menggunakan  kewenangannya  untuk  menaikkan  upah  minimum  2022  di  atas  nilai  rata-rata
              nasional sebesar 1,09% yang disimulasikan Kementerian Ketenagakerjaan.

              Menurutnya, UU Cipta Kerja memberi kewenangan sepenuhnya kepada kepala daerah untuk
              menetapkan  nilai  kenaikan  upah  minimum  di  daerahnya.  Selain  itu,  Timboel  berpendapat
              kenaikan upah minimum yang ditetapkan oleh Kemnaker lebih rendah dari nilai inflasi.

              Di sisi lain, katanya, kepala daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan pertumbuhan
              ekonomi di daerahnya tetap terjaga setiap tahunnya. Artinya, pertumbuhan ekonomi itu mesti
              didukung oleh daya beli masyarakat yang juga terjaga.

              "Kami meminta gubernur me-naikan upah minimum di atas nilai inflasi karena jika harga barang
              meningkat, sedangkan kenaikan pendapatan di bawah harga barang, artinya ada pergerusan
              nilai upah riil," kata Timboel.

              Bila peningkatan upah di atas inflasi, dia optimistis akan terjadi kenaikan daya beli masyarakat,
              sekaligus mendorong belanja barang dan jasa yang pada gilirannya memacu produksi.

              Perwakilan dari Dewan Pengupahan Nasional (Dapenas) Adi Mahfudz mengatakan penyesuaian
              UMP  pada  2022  merupakan  hasil  kesepakatan  bersama  antara  pemerintah,  pengusaha,  dan
              pekerja. Dia berharap pengusaha yang tidak terdampak Covid-19 bisa mengikuti regulasi yang
              ada dalam penyesuaian upah minimum pada tahun depan.

              "Begitu pula dengan para gubernur yang akan menetapkan sebelum 21 November agar tidak
              terpengaruh  dengan  hiruk-pikuk  yang  ada.  Dengan  begitu  penetapan  bisa  sesuai  dengan
              regulasi," katanya.

              PERTIMBANGAN POLITIK

              Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin berpendapat
              kebijakan upah minimum yang penetapannya akan melibatkan daerah, dapat dimanfaatkan oleh
              kepala daerah untuk menarik simpati dari kelompok pekerja dan buruh.

              Menurutunya, sejumlah kepala daerah yang memiliki tingkat elektablitas tinggi menuju tahun
              politik pada 2024, berpotensi memanfaatkan momentum penetapan upah itu untuk menggalang
              dukungan dari kelompok buruh itu.

              "Penetapan upah ini bisa jadi momentum kepala daerah untuk membuktikan dirinya itu prorak-
              yat. Ini pola umum yang dilakukan oleh kepala-kepala daerah," katanya.

              Dengan  menetapkan  besaran  kenaikkan  upah  di  atas  rata-rata,  harapannya  publik  dapat
              menaruh simpati dan mengungkit elektabilitas kepala daerah bersangkutan.
              Kita tunggu saja bagaimana akhirnya nanti para kepala daerah memutuskan upah minimum di
              wilayahnya masing-masing. Apakah akan mengacu pada angka yang disodorkan pemerintah,
              atau justru menempuh Strategi lain. (Nyoman Ary Wahyud/Um Fathimah Timonia/Stcfanus Ariti
              Sctlaji) 0

                                                           74
   70   71   72   73   74   75   76   77   78   79   80