Page 138 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 01 JULI 2020
P. 138

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Umum Asosiasi Profesi Teknik Indonesia (APTI) Dr RM Bagus
              irawan 1PM, dalam seminar ''Budaya Keselamatan dan Kesehatan Keija", di Kampus Unimus,
              Jalan Kasipah, Senin (29/6).

              Menurut  dia,  keselamatan  keija  pada  akhirnya  menjadi  prioritas  bersama  untuk
              diterapkan.''Semua  jenis  pekeijaan  yang  melibatkan  manusia  pasti  menomorsatukan
              keselamatan. Namun, belum semua pihak menyadari mekanisme yang benar atas persoalan
              ini," tutur Bagus yang juga dekan Fakultas Teknik Unimus itu.
              Forum tersebut mengundang instruktur Unit Pendidikan dan Pelatihan (UPDL) PLN Semarang
              Subronto, serta moderator dosen FT Unimus M Toni Prasetyo. Selain menjadi pembicara Bagus
              Irawan sekaligus membuka acara tersebut.

              Disepelekan

              Dia juga menyebutkan, aturan keselamatan keija acap disepelekan. Padahal, taruhannya selain
              kerugian  harta  benda  juga  nyawa  bisa  melayang  karena  ketidakpatuhan  terhadap  aturan.
              'Terdapat  contoh  kecil  yang  bisa  bisa  menjadi  gambaran  belum  dipahaminya  budaya
              keselamatan kerja. Misalnya, di pinggir jalan acap ditemui kemet truk yang memiliki kebiasaan
              tertidur di kolong kendaraan. Padahal, kebiasaan semacam itu berbahaya apabila tiba-tiba sopir
              menjalankan kendaraan tanpa menyadari seseorang tertidur dibawah truk," imbuh lulusan S-3
              Ilmu Lingkungan Undip itu.
              Alasan ini pula yang seharusnya mendorong semua orang menjalankan budaya keselamatan
              kesehatan keija. Apapun, kata dia, pekeijaan dan latar belakang profesinya.

              Dunia kampus salah satu pihak yang diinginkan menjadi motor penggerak budaya semacam ini.
              Sementara itu, Subronto menambahkan, budaya keselamatan dan kesehatan keija dijunjung
              tinggi di dunia kelistrikan.

              Bahkan,  telah  diterbitkan  konsep  empat  pilar  keselamatan  dalam  bidang  ketenagalistrikan.
              Konsep  itu  mulai  dari  perlindungan  keselamatan  keija,  umum,  lingkungan  serta  instalasi
              Selebihnya, di lingkungan PT PLN terdapat komitmen para direksi BUMN tersebut, yakni tidak
              ada yang lebih penting daripada jiwa manusia. (H41-33)

              caption:

              SEMINAR DARING: Wakil Ketua Umum APTI RM Bagus Irawan berbicara dalam seminar daring
              yang diselenggarakan FT Unimus, Senin (29/6). (33)

              SM/HariSantoso






















                                                           137
   133   134   135   136   137   138   139   140   141   142   143