Page 67 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 01 JULI 2020
P. 67
mengaku sudah melaporkan permasalahan ini ke Bupati Sragen. Saat itu bupati meminta
pihaknya segera melakukan tindak lanjut dengan membuat lapora tertulis.
"Sudah kita koordinasikan, kemudian dapat kabar sudah dijemput KJRI. Alhamdulillah, kita
kawal agar segera bisa pulang ke rumahnya," ujar Suharno. Dimintai konfirmasi terkait hal ini,
Kasi Informasi Pasar Kerja dan Penempatan Dinas Tenaga Kerja Sragen, Ernawan,
membenarkan hal ini. Pihaknya mengaku langsung berkoordinasi dengan Balai Perlindungan
Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), usai mendapatkan informasi dari pihak desa.
"Jumat kita dapat laporan dari pihak desa, siang itu kami koordinasi dengan BP2MI. Betul tidak
info tersebut, dan kami mohon dilacak. Lalu BP2MI komunikasi dengan KJRI Jeddah. KJRI
bentuk tim, lalu mereka Sabtu pagi gerak. Ternyata benar, langsung Surani diambil," ujar
Ernawan. Ernawan melanjutkan, Surani saat ini dalam keadaan aman. Pihak KJRI disebutnya
tengah mengurus proses hukum dan memperjuangkan hak-hak Surani.
"Sekarang kondisinya aman, posisi Surani di shelter KJRI Jeddah. KJRI juga sudah melaporkan
majikan Surani ke pihak kepolisian setempat. Ini sedang menunggu proses pemulangan Surani,
termasuk memastikan hak-haknya terpenuhi," terangnya. Menurut penelusuran Disnaker,
Surani berangkat melalui agen PJTKI resmi pada tahun 1999. Namun dirinya sempat pulang
setelah kontraknya habis.
"Pada tahun 2002 dia berangkat lagi, tapi lewat jalur mandiri, jadi nggak lewat PJTKI. Jalur
ilegal ini memang rawan sekali karena sulit dilacak. Kalau ada kasus memang kebanyakan yang
lewat jalur ilegal seperti ini," paparnya. (ams/rih)
66

