Page 80 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 OKTOBER 2021
P. 80
- "Proses verifikasi dan validasi dilakukan sesuai dengan Permenaker Nomoer 16 tahun 2021."
Penerima yang merupakan pekerja atau buruh dapat pula mengecek via WhatsApp dengan
menghubungi nomor 081380070175.
Cara Cek via WhatsApp :
- Kirim pesan apa saja ke 081380070175;
- Apabila sudah mendapatkan respons, pilih "Informasi Calon Penerima BSU 2021";
- Kemudian tinggal mengikuti petunjuk yang akan diberikan;
- Lakukan panggilan ke nomor 175 atau dengan nama care@bpjsketenagakerjaa.go.id.
- Selain itu, peserta juga dapat menghubungi lewat direct message (DM) ke sosial media resmi
BPJS Ketenagakerjaan ;
- Cantumkan data pribadi seperti KTP, nama, dan tanggal lahir pada komentar;
- Peserta juga dapat menuju ke kantor cabang terdekat dengan membawa KTP dan Kartu
Peserta BPJAMSOSTEK.
Cek via Laman Kemnaker - Buka laman kemnaker.go.id ;
- Apabila belum memiliki akun maka dapat mendaftar terlebih dahulu;
- Kemudian tekan login dilanjutkan dengan mengisi profil biodata dir;
- Lalu cek pemberitahuan dan setelah itu peserta akan mendapatkan notifikasi;
- Terkait BSU tidak semua pekerja atau buruh akan mendapatkannya karena terdapat syarat
yang harus dipenuhi.
Cara Mencairkan BSU BPJS Ketenagakerjaan - Pekerja atau buruh dapat melihat status
perkembangan bantuan lewat Kemnaker.
- Apabila tercantum maka akan mendapatkan notifikasi status perkembangan bantuan lewat
Kemnaker.
- Lalu penerima dapat mencairkan BSU secara tunai ke bank HIMBARA terdekat.
- Jika belum memiliki rekening HIMBARA maka akan dibantu untuk dibukakan rekening oleh
Kemnaker.
Syarat penerima BSU dikutip dari Instagram resmi Kemnaker, @kemnaker :
- Warga Negara Indonesia;
- Pekerja atau buruh yang menerima gaji/upah;
- Peserta aktif program jamsos BPJS Ketenagakerjaan yang memiliki gaji/upah paling banyak
sebesar Rp 3.500.000 per bulan sesuai upah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan
- Merupakan peserta aktif program jamsos BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan 30 Juni
2021;
- Bekerja di wilayah PPKM level 3 dan 4 yang ditetapkan oleh pemerintah;
- Pekerja/buruh yang belum menerima Kartu Prakerja, Program Keluarga Harapan, atau
Program Bantuan Produktif Usaha Mikro;
- Bekerja pada sektor industri barang konsumsi, transportasi, aneka industri, properti, real
estate, perdagangan dan jasa, kecuali jasa pendidikan serta kesehatan.
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto) Artikel lain terkait Subsidi Pekerja Terdampak
Pandemi.
79

