Page 85 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 OKTOBER 2021
P. 85
"PT Best pernah menyurati kami untuk mengirim lamaran kerja ke mereka pada periode Agustus
kemarin, namun tidak satu pun dari kami yang mengirim lamaran. Bagaimana kami lamar kerja
di tempat lain, sementara kami masih terikat kerja dengan PT L-Net, otomatis kalau kami lamar
ke PT.Best, kami akan di pecat oleh PT L- Net dan tidak mendapat pesangon," ungkap Dwi.
Menanggapi hal tersebut, Sulaiman yang merupakan Anggota DPR Aceh dapil I Banda Aceh,Aceh
Besar dan Sabang ini meminta kepada manajemen PT SBA untuk segera menyelesaikan masalah
tenaga kerja tersebut.
"PT SBA jangan saban tahun menciptakan masalah dengan alasan yang cukup klasik. Padahal
apa salahnya SBA menyurati PT Best dengan tegas untuk memperkerjakan tenaga kerja yang
sudah ada selama ini. Para pekerja yang saat ini direkrut oleh PT L- Net sudah memiliki
pengalaman ditempat kerja yang sama, kemudian direkrut kembali oleh PT.Best, sehingga tidak
terganggu produksi semen yang berdampak kepada masyarakat luas," ungkap Sulaiman.
Oleh sebab itu, terkait persoalan tenaga kerja ini menurut Sulaiman, tokoh kuncinya adalah
manajemen SBA, merekalah yang bisa menyelesaikan persoalan ini, karena PT SBA punya
otoritas tinggi.
"SBA jangan membelakangi kearifan lokal terkait perekrutan tenaga kerja, kemudian PT SBA
bersama PT Best harap menghormati surat rekomendasi dari DPR Aceh dan Pemerintah Aceh,
yang merekomendasikan mempekerjakan kembali sebanyak 52 tenaga kerja saat ini yang sudah
diputuskan kontrak secara sepihak tanpa alasan apapun," sambung Politisi Partai Aceh ini.
Kemudian, Ketua Badan Kehormatan DPR Aceh ini meminta SBA duduk bersama manajemen PT
Best untuk membicarakan perekrutan sebanyak 52 tenaga kerja saat ini telah diputuskan kontrak
oleh SBA.
"SBA telah memunculkan banyak masalah, pertama, memecat tenaga kerja secara sepihak,
kemudian saat ini Semen sudah mulai langka, kemudian lagi, akibat semen langka, berpengaruh
kepada harga semen yang semakin meningkat dan akan membunuh sendi ekonomi masyarakat
ditengah pandemi ini,"sambungnya.
84

