Page 84 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 OKTOBER 2021
P. 84
Judul Penjelasan PT SBA Soal Pemberhentian 52 Pekerja
Nama Media rri.co.id
Newstrend Pemutusan Hubungan Kerja
Halaman/URL https://rri.co.id/banda-aceh/ragam/1224409/penjelasan-pt-sba-soal-
pemberhentian-52-pekerja
Jurnalis Munjir Permana
Tanggal 2021-10-13 20:36:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 10.000.000
News Value Rp 30.000.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
PT Solusi Bangun Andalas (SBA) mengeluarkan pernyataan resmi terkait nasib 52 pekerja yang
kabarnya diberhentikan. Hal itu terjadi lantaran masa kontrak PT.Lnet dengan PT. SBA akan
berakhir pada 27 Oktober 2021 dan akan digantikan dengan PT. Best selaku pemenang tender
pengadaan tenaga kerja untuk PT SBA.
PENJELASAN PT SBA SOAL PEMBERHENTIAN 52 PEKERJA
PT Solusi Bangun Andalas (SBA) mengeluarkan pernyataan resmi terkait nasib 52 pekerja yang
kabarnya diberhentikan.
Dalam siaran pers yang diterima rri.co.di, Rabu (13/10/2021), proses kerja sama pengoperasian
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berada di PT Solusi Bangun Andalas ("Perusahaan"),
bersama ini perusahaan menyampaikan pernyataan : Kedatangan para pekerja itu ingin
mengadu nasib mereka yang telah diputuskan kontrak kerja sepihak oleh PT SBA, sehingga nasib
sebanyak 52 orang tenaga kerja PT.Lnet yang berkerja di PT. Solusi Bangun Andalas (SBA),
Lhoknga, Aceh Besar hingga kini belum jelas.
Hal itu terjadi lantaran masa kontrak PT.Lnet dengan PT. SBA akan berakhir pada 27 Oktober
2021 dan akan digantikan dengan PT. Best selaku pemenang tender pengadaan tenaga kerja
untuk PT SBA.
"Kami sejak 30 September 2021 sudah tidak bisa bekerja lagi lantaran Id Card kami sudah
diblokir akses untuk masuk, padahal PT.LNET akan berakhir masa kontrak pada 27 Oktober
2021,"ujar Dwi selaku juru bicara para tenaga kerja di L-Net.
Menurut pengakuan Dwi, sebanyak 52 tenaga kerja PT.LNet dengan status Perjanjian Kerja
Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) tidak menerima surat apapun dari PT.SBA terkait pemutusan
masa kerja mereka alias pemecatan sepihak.
83

