Page 83 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 OKTOBER 2021
P. 83
Dia mengaku mengumpulkan KTP dan BPJS Ketenagakerjaan sejak Selasa (12/10/2021) malam.
Namun Rabu paginya juga belum dapat antrean. Akhirnya disarankan kembali Rabu malam.
"Saya barusan datang kok sudah antre dan jalannya macet. Ternyata petugas bilang besok pagi
saja karena kewalahan. Ini kan namamya mbreset," tegasnya.
Pria yang datang bersama istri dan anaknya ini mengaku seharusnya pihak bank tidak
sembarangan memberikan informasi bantuan terhadap masyarakat, khususnya bantuan dari
pemerintah.
"Pemkot Surabaya saja selalu hati-hati kalau ada bantuan, karena masih pandemi COVID-19.
Seharusnya bank yang dipasrahi pemerintah juga berfikir seperti itu. Jangan PHP kamilah.
Berikan informasi yang tepat, la wong ini bantuan pemerintah lho," tegasnya.
Hal senada diungkapkan Lukman (42) warga Pakis Tirtosari. Dia mengaku antrean ini membuat
kerumunan. Petugas dan sekuriti bank sepertinya kewalahan dengan banyaknya warga yang
antre.
"Sejak tadi itu sudah berkerumun, tanpa jaga jarak. Sepertinya ada informasi yang kurang pas
antara warga dan petugas," tambahnya.
Seorang sekuriti menyebut warga yang datang kebanyakan yang berburu bantuan Rp 1 juta
tanpa mau antre.
"Ini kan ada pencarian BSU. Saya sudah ngasih tahu. Sebenarnya datang besok juga nggak apa-
apa. Nggak harus sekarang nggak apa-apa. Jadi mereka itu yang nggak paham mas. Kalau
dikasih tahu, misale jam sak mene ya jam sak mene wes teko (Misalnya jam segini, ya jam segini
harus datang) tapi mereka datang lebih dari jam operasional. Padahal operasional bank mulai
jam 8 pagi sampe jam 3 sore," kata sekuriti Bank BTN Udin kepada wartawan.
Dia menambahkan, dalam sehari kuota bantuan yang disalurkan hanya 100 orang saja. Penerima
bantuan sudah ditentukan pihak kementerian. Seperti di Bank BTN, BNI, Mandiri dan BTN.
82

