Page 18 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 9 JANUARI 2020
P. 18

Title          KENAIKAN MANFAAT JKK DAN JKM TANPA DISKRIMINASI
               Media Name     mediaindonesia.com
               Pub. Date      08 Januari 2020
                              https://mediaindonesia.com/read/detail/281907-kenaikan-manfaat-jkk-dan -jkm-tanpa-
               Page/URL
                              diskriminasi
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               PADA 29 November 2019 lalu, Presiden Joko Widodo menandatangani PP No
               82/2019 tentang Perubahan PP No 44/2015 tentang Penyelenggaraan Program
               Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Dalam PP No 82 itu
               termuat kenaikan manfaat program JKK dan JKM yang dikelola BPJS
               Ketenagakerjaan (BPJamsostek).

               Mengacu pada Pasal 29 dan Pasal 36 PP No 44/2015, besarnya iuran dan manfaat
               program JKK dan JKM dilakukan evaluasi secara berkala paling lama setiap 2 tahun.
               Evaluasi berupa peningkatan manfaat itu seharusnya sudah dilakukan pada 2017.
               Namun, baru bisa dilaksanakan pada 2 Desember 2019, yaitu sejak diundangkan.

               Iuran juga diamanatkan untuk dievaluasi, persentase iuran untuk pekerja penerima
               upah (PPU) tidak berubah walaupun secara nominal iuran itu naik karena adanya
               kenaikan upah minimum setiap tahun dan kenaikan upah tahunan. Bagi pekerja
               bukan penerima upah atau peserta mandiri yang membayar secara nominal, tidak
               ada kenaikan iuran, yaitu tetap minimal Rp10 ribu untuk program JKK dan Rp6.800
               untuk program JKM.

               Dukungan dana yang besar


               Peningkatan manfaat JKK dan JKM tentunya sangat mendukung kesejahteraan
               peserta (dan ahli waris bila peserta wafat). Beberapa peningkatan manfaat itu ialah
               penggantian maksimal biaya transportasi darat dinaikkan menjadi Rp5 juta,
               angkutan laut menjadi Rp2 juta, dan angkutan udara menjadi Rp10 juta.


               Manfaat santunan tidak mampu bekerja dinaikkan menjadi 100% selama 12 bulan.
               Demikian juga biaya gigi tiruan dinaikkan maksimal menjadi Rp5 juta. Waktu klaim
               kecelakaan kerja diperpanjang maksimal 5 tahun, sebelumnya dibatasi hanya 2
               tahun.

               Ada beberapa manfaat baru, yaitu biaya alat bantu dengar maksimal Rp2,5 juta,
               biaya kacamata maksimal Rp1 juta, dan biaya homecare maksimal Rp20 Juta.

               Demikian juga dengan santunan kematian dinaikkan dari Rp24 juta menjadi Rp42
               juta dan penerima beasiswa anak ketika peserta meninggal dunia dinaikkan menjadi
               2 orang hingga ke perguruan tinggi.







                                                       Page 17 of 68.
   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23