Page 30 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 9 JANUARI 2020
P. 30
Title KEKHAWATIRAN BURUH JIKA TAK DILIBATKAN BAHAS OMNIBUS LAW
Media Name liputan6.com
Pub. Date 08 Januari 2020
https://www.liputan6.com/bisnis/read/4150690/kekhawatiran-buruh-jika-t ak-dilibatkan-
Page/URL
bahas-omnibus-law
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Pimpinan Konfederasi Buruh ASEAN (ATUC) Andi Gani Nena Wea mengingatkan
pemerintah untuk segera melibatkan unsur buruh dalam pembentukan Omnimbus
Law. Andi Gani mengaku sangat khawatir jika buruh tidak dilibatkan maka beresiko
ditolak.
"Pembahasan Omnibus Law wajib melibatkan tiga unsur dalam tripartit, yakni
pemerintah, pengusaha, dan buruh," tegasnya di Jakarta, Rabu (8/1/2020).
Menurutnya, ada dua hal yang menjadi sorotan selain tidak dilibatkannya buruh
dalam rencana penyusunan Omnimbus Law. Andi Gani menuturkan, pertama, terkait
rencana pemerintah untuk mempermudah masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) di
dalam Omnibus Law.
Andi Gani menilai, pernyataan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto soal
Omnibus Law yang akan mempermudah perekrutan TKA tentu sangat tidak pantas.
"Di saat lowongan pekerjaan dan kesempatan kerja untuk rakyat Indonesia masih
minim. Angka pengangguran juga masih jutaan, sangat tak pantas ada pernyataan
tersebut," ujarnya.
Contoh Negara Lain
Andi Gani yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI)
mencontohkan, di beberapa negara ASEAN jika investor ingin memperkerjakan TKA
harus memiliki rasio 5 berbanding 1.
Artinya, tenaga kerja lokal 5 orang sementara TKA 1 orang. Itu pun sangat ketat
pengaturannya untuk menjaga kesempatan bekerja bagi tenaga kerja lokal.
"Jangan menjadikan masalah buruh sebagai alasan sulitnya investasi masuk ke
Tanah Air. Masih banyak masalah yang harus dibenahi contohnya tumpang
tindihnya perizinan antara pusat dan daerah," jelasnya.
Selanjutnya
Page 29 of 68.

