Page 25 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 9 JANUARI 2020
P. 25
PERTUMBUHAN EKONOMI BERAT, PEMERINTAH HARUS KREATIF CIPTAKAN LAPANGAN
Title KERJA
Media Name sindonews.com
Pub. Date 08 Januari 2020
Page/URL https://ekbis.sindonews.com/read/1490539/33/pertumbuhan-ekonomi-berat- pemerintah-
harus-kreatif-ciptakan-lapangan-kerja-1578457904
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Hafid FuadPengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and
Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai pemerintah harus kreatif membuka
lapangan kerja di tengah pertumbuhan ekonomi yang diasumsikan lebih rendah
pada tahun ini.
Dia mencatat, elastisitas tenaga kerja dengan asumsi realisasi pertumbuhan
ekonomi hanya 5% di tahun 2019 dengan tambahan 2,55 juta tenaga kerja per
Agustus 2019. Ini berarti elastisitas per 1% pertumbuhan ekonomi mampu
menciptakan pekerjaan untuk 510.000 orang.
Sementara untuk asumsi di 2020 ekonomi lebih rendah dari 2019 yakni 4,8% dan
serapan tenaga kerja baru lebih rendah dari 2 juta orang. Maka, kata dia,
elastisitasnya akan turun ke 416.000 orang setiap 1% pertumbuhan ekonomi. "Itu
tidak akan cukup untuk menurunkan angka pengangguran ke 4,8% atau turun
secara nominal dari 7,05 juta menjadi 6,5 juta. Pasalnya, Indonesia akan
membutuhkan 550.000 lapangan kerja baru. Sementara, penduduk yang masuk usia
kerja juga naik setiap tahun," ujar Bhima di Jakarta, Rabu (8/1/2020).
Lebih lanjut dia menjelaskan antisipasi yang harus dilakukan dengan merevitalisasi
sektor pertanian dan manufaktur. Menurut dia, dua sektor itu paling besar dalam
membuka lapangan kerja. Insentif sektor pertanian dan industri harus lebih besar
khususnya yang padat karya.
Pemanfaatan kartu prakerja disebutnya juga harus dipercepat dan tepat sasaran.
"Booming ekonomi digital harus dimanfaatkan untuk menciptakan lapangan kerja.
Bukan saja untuk pekerjaan low skill seperti ojek online tapi juga di sektor IT yang
high skill," tandasnya.
Page 24 of 68.

