Page 55 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 9 JANUARI 2020
P. 55

Title          DITUDUH BUNUH BAYI, TKI ASAL TRENGGALEK TERANCAM HUKUMAN MATI DI MALAYSIA
               Media Name     harianjogja.com
               Pub. Date      08 Januari 2020
                              https://news.harianjogja.com/read/2020/01/08/500/1028904/dituduh-bunuh -bayi-tki-
               Page/URL
                              asal-trenggalek-terancam-hukuman-mati-di-malaysia
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur,
               terancam hukuman mati di Malaysia karena tuduhan membunuh bayi yang baru
               dilahirkannya.


               Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kabupaten Trenggalek, Nanang
               Budiaharto, Rabu (8/1/2020) membenarkan kabar tersebut dan menyatakan kasus
               tersebut saat ini masih dalam proses persidangan dan sudah ditangani Konsulat
               Jenderal RI di Johor, Malaysia.


               "Kabar itu memang betul adanya, dimana salah satu warga Trenggalek, (berjenis
               kelamin) perempuan terancam hukuman mati di Malaysia sana karena membunuh
               bayinya sendiri," kata Nanang saat dikonfirmasi awak media.


               Ia enggan menyebut detil nama dan alamat buruh migran Indonesia dimaksud demi
               alasan melindungi privasi keluarga, serta menjaga 'suasana' seiring proses hukum
               yang masih berjalan.

               Nanang memastikan Pemkab Trenggalek telah berusaha melakukan advokasi
               dengan menyurati KJRI di Johor Baru, Malaysia demi memastikan LS mendapat
               perlindungan hukum dan mendapat keringanan hukuman.

               Menurut keterangan Nanang, surat resmi yang dilayangkan Pemkab Trenggalek
               telah dijawab oleh KJRI di Johor Baru, Malaysia dan diterangkan bahwa LS telah
               didampingi kantor hukum di Malaysia, Go IN Azzuro.

               "Dan secara otomatis tanpa dikenai biaya. Kantor hukum tersebut juga siap
               mendampingi secara hukum maupun secara kekonsuleran," papar Nanang.


               LS merupakan perempuan muda asal Tugu, Trenggalek. Dia disebut Nanang,
               berangkat kerja ke Negeri Jiran Malaysia sebagai buruh migran yang resmi (legal).


               Menggunakan jasa perusahaan jasa pengerah tenaga kerja dan terdaftar resmi di
               Dispernaker Trenggalek. Ia berangkat pada 2016 dengan masa kontrak kerja tiga
               (3) tahun.


               Di Johor Baru, Malaysia, LS bekerja sebagai caddy-girl, sebutan untuk gadis yang
               bekerja membawakan tas berisi peralatan golf, sekaligus memberikan saran tentang
               permainan serta dukungan moral untuk pemain golf yang sedang dilayani.






                                                       Page 54 of 68.
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60