Page 351 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 OKTOBER 2021
P. 351
positive - Y. Sri Susilo (Anggota Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY) Mungkin
masih bisa jadi pertimbangan ada kemampuan, terlepas dari besarnya. Itu kalau dari pengusaha,
ada dua kelompok. Ada yang mampu ada yang belum
positive - Y. Sri Susilo (Anggota Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY) Kalau
maju pasti memperhatikan karyawannya. Istilahnya masti hidup bareng-bareng, untung rugi,
bersama-sama
positive - Aria Nugrahadi (Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi DIY) Pertumbuhan
ekonomi lebih pastinya tunggu rilis BPS setelah 5 November baru akan ada rilis BPS terkait
dengan pertumbuhan ekonominya apakah melebihi inflasi atau tidak
positive - Baskara Aji (Sekda DIY) Ya kalau angka inflasi lebih tinggi bisa menggunakan inflasi,
kalau pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi silakan menggunakan pertumbuhan ekonomi
positive - Baskara Aji (Sekda DIY) Ya kalau itu variabel itu tentu ada peningkatan [ada kenaikan
upah 2022)
Ringkasan
Pemerintah memastikan adanya Kenaikan upah pada 2022. Organisasi pekerja di DIY mendesak
Pemda DIY untuk menaikkan upah secara signifikan di Bumi Mataram agar ekonomi terdongkrak.
Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) menyatakan pertimbangan kenaikan upah ini mengacu pada
geliat perekonomian yang mulai tumbuh dan bergerak ke arah positif di masa pelonggaran
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 ini, sehingga dorongan
mempercepat proses pemulihan ekonomi perlu dilakukan dengan menaikkan upah minimum
pekerja.
UPAH 2022 NAIK
Pemerintah memastikan adanya Kenaikan upah pada 2022. Organisasi pekerja di DIY mendesak
Pemda DIY untuk menaikkan upah secara signifikan di Bumi Mataram agar ekonomi terdongkrak.
Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) menyatakan pertimbangan kenaikan upah ini mengacu pada
geliat perekonomian yang mulai tumbuh dan bergerak ke arah positif di masa pelonggaran
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 ini, sehingga dorongan
mempercepat proses pemulihan ekonomi perlu dilakukan dengan menaikkan upah minimum
pekerja.
Sekretaris Jenderal ABY, Kimadi, menyebut masa pandemi bukan alasan bagi pengusaha untuk
tidak menaikkan upah minimum (UM) 2022. Musababnya, statistik mencatat perekonomian DIY
pada triwulan II-2021 lalu terhadap triwulan 11-2020 tumbuh sebesar 11,81% (year-on-
year/yoy). Kimadi menilai, kondisi ini sangat relevan untuk menaikkan UM 2022 agar daya beli
buruh kembali meningkat.
"Upah di DIY saat ini sudah tidak relevan lagi untuk biaya hidup layak. Makanya kenaikan upah
tahun 2022 adalah sebuah keniscayaan karena secara statistik ada pertumbuhan ekonomi,"
katanya, Senin (25/10).
Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan memperkirakan kenaikan UM 2022 akan sedikit lebih
baik dibandingkan dengan 2021.
350

