Page 353 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 OKTOBER 2021
P. 353
Lain halnya sektor lain, seperti mebel, tekstil yang telah bergerak mulai akhir tahun lalu, mungkin
masih bisa menyesuaikan jika ada kenaikan UMR. "Mungkin masih bisa jadi pertimbangan ada
kemampuan, terlepas dari besarnya. Itu kalau dari pengusaha, ada dua kelompok. Ada yang
mampu ada yang belum," ujar Susilo.
Susilo mengatakan jika dalam kondisi normal, dinilainya pasti pengusaha memperhatikan
karyawannya. "Kalau maju pasti memperhatikan karyawannya. Istilahnya masti hidup bareng-
bareng, untung rugi, bersama-sama," ucapnya.
Ia mengatakan berbicara upah, pasti ada dua sisi yang berlawanan antara sisi pelaku usaha dan
pekerja. Dari sisi pekerja akan meminta upah seoptimal mungkin naik, dan sisi pengusaha
meminta jika ada kenaikan seminimal mungkin, atau efisien. Di situlah pentingnya kehadiran
Pemerintah memberikan jalan tengah.
Pertumbuhan Ekonomi
Sementara itu, Pemda DIY masih menunggu rilis Badan Pusat Statistik (BPS) terkait dengan
angka pertumbuhan ekonomi selama triwulan terakhir untuk menentukan UM. Angka
pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator penentuan naik dan tidaknya upah pada
2022 selain inflasi.
"Pertumbuhan ekonomi lebih pastinya tunggu rilis BPS setelah 5 November baru akan ada rilis
BPS terkait dengan pertumbuhan ekonominya apakah melebihi inflasi atau tidak," kata Kepala
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY, Aria Nugrahadi.
Aria mengatakan penentuan kenaikan upah tetap mengacu pada PP No.36/2021 tentang
Pengupahan. Dalam PP tersebut, kata Aria, penghitungan upah mengacu pada salah satu
indikator, yakni inflasi atau pertumbuhan ekonomi.
Setelah keluar rilis BPS, diakui Arya, baru akan dilakukan pembahasan bersama dengan Dewan
Pengupahan Daerah. Meski demikian perhitungan upah 2022 akan diketahui dari penghitungan
indikator inflasi atau pertumbuhan ekonomi sesuai dengan PP No.36/2021.
Sekda DIY, Baskara Aji mengatakan walaupun secara resmi belum ada perhitungan upah, sudah
ada aturan cara menentukan upah minimal dengan variabel yang bisa dipilih, yang lebih besar
antara pertumbuhan ekonomi atau inflasi.
"Ya kalau angka inflasi lebih tinggi bisa menggunakan inflasi, kalau pertumbuhan ekonomi yang
lebih tinggi silakan menggunakan pertumbuhan ekonomi," kata Baskara Aji.
Namun melihat kondisi saat ini, kata Aji, angka inflasi lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi
daerah. Angka pertumbuhan ekonomi di DIY mencapai 11,81%. "Ya kalau itu variabel itu tentu
ada peningkatan [ada kenaikan upah 2022)," kata Baskara Aji.
352

