Page 560 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 560

DUA JUTA BURUH ANCAM MOGOK NASIONAL TOLAK UMP 2022, APINDO: KAMI
              TIDAK SETUJU
              Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia alias Apindo, Hariyadi Sukamdani mengomentari
              mengenai rencana buruh menggelar mogok nasional menolak penetapan upah minimum provinsi
              atau UMP 2022.

              Belakangan, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia mengatakan akan menggelar mogok nasional
              lantaran menganggap kenaikan upah minimum provinsi 2022 terlalu rendah, rata-rata hanya
              1,09 persen.

              "Kalau ada acara mogok nasional, kami tidak setuju," ujar Hariyadi kepada Tempo, Rabu malam,
              18 November 2021.

              Ia mengatakan ketentuan di Indonesia tidak mengenal mogok kerja nasional. Pasalnya mogok
              kerja dapat dilakukan hanya di tingkat perusahaan. Mogok kerja dapat dilakukan apabila dalam
              perundingan terdapat deadlock dalam perundingan antara pemberi kerja dan pekerja.

              "Kalau dialog itu deadlock, buruh punya hak mogok, perusahaan punya hak untuk lockdown
              menutup pabrik. Itu diatur di UU kita. Kalau ada acara mogok nasional, kami tidak setuju," ujar
              Hariyadi.

              Menurut dia, para pelaku usaha akan menegakkan regulasi yang ada. Ia pun berharap nantinya
              tidak  ada  pekerja  yang  dipaksa  mogok,  apalagi  di-sweeping.  Bila  terjadi  sweeping,  Hariyadi
              menegaskan pengusaha tidak akan berkompromi untuk menegakkan aturan.

              "Enggak bisa dong. Enak aja orang kerja disuruh mogok. Apalagi kalau kalau nanti ada sweeping
              segala macam, kita tidak akan kompromi. Kita akan tegakkan aturan," tutur Hariyadi.

              Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal mengatakan lebih dari
              dua  juta  buruh  dari  ratusan  ribu  pabrik  akan  melaksanakan  mogok  nasional  alias  berhenti
              produksi untuk menolak penetapan upah minimum 2022.

              "KSPI  sudah  melakukan  koordinasi  dengan  serikat  buruh  lain.  Hampir  lebih  dari  60  federasi
              serikat  buruh  di  tingkat  nasional  dan  lima  konfederasi  di  tingkat  nasional  menyatakan  akan
              menggelar mogok nasional," ujar Said Iqbal.

              Mogok kerja tersebut rencananya akan dilakukan pada awal Desember 2021. Adapun tanggal
              pasti mogok tersebut masih tentatif dan belum diputuskan oleh gabungan serikat buruh, namun
              diperkirakan pada 6-8 Desember 2021.

              Sebelum  dilaksanakannya  mogok  nasional,  mogok  direncanakan  juga  di  daerah  atau  mogok
              daerah alias modar. Mogok daerah itu direncanakan dilakukan bergelombang di masing-masing
              daerah.

              Buruh  juga  akan  melaksanakan  unjuk  rasa  di  daerah.  Demonstrasi  akan  dilakukan  di kantor
              pemerintah dan legislatif di daerah, baik provinsi, kabupaten, maupun kota. Unjuk rasa juga
              nantinya akan dilakukan secara nasional di Istana Negara, Kantor Kementerian Ketenagakerjaan,
              dan gedung DPR.

              "Kami  sudah  kehilangan  akal  sehat  terhadap  kebijakan  Menteri  Ketenagakerjaan  dan  para
              menteri  yang  telah  melakukan  pemufakatan  jahat.  Untuk  jangka  panjang  bukan  naik  upah
              minimum, turun karena ada istilah batas atas dan batas bawah," tuturnya. Ia memastikan aksi
              akan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dan berkoordinasi dengan Satuan Tugas
              Covid-19.


                                                           559
   555   556   557   558   559   560   561   562   563   564   565