Page 584 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 584
Presiden Aspek Indonesia Mirah Sumirat menjelaskan, berdasarkan PP No. 36 tahun 2021,
kenaikan UMP 2022 tertinggi adalah di DKI Jakarta sebesar Rp 4.453.724 atau naik Rp 37.538.
dibandingkan tahun sebelumnya yakni Rp 4.416.186.
Sementara Jawa Tengah menjadi UMP terendah sebesar Rp 1.813.011, atau hanya naik Rp
14.032 dibanding UMP 2021 sebesar Rp 1.798.979.
"Artinya dengan kenaikan UMP tahun 2022 tertinggi hanya sebesar Rp 37.538 dan kenaikan
terendah adalah hanya naik Rp 14.032, ini sangat memalukan di tengah kondisi rakyat yang
semakin sulit dan daya beli masyarakat yang semakin rendah. Rakyat dipaksa untuk terus
miskin," kata dia melalui keterangan tertulis, Kamis (18/11/2021).
Dalam UU Cipta Kerja, lanjut Mirah, kenaikan upah minimum dihitung hanya berdasar variabel
pertumbuhan ekonomi atau inflasi (bukan akumulasi). Namun dalam PP No. 36/2021, ada
tambahan formula baru yang ditetapkan sepihak oleh pemerintah yang tidak diatur dalam UU
Cipta Kerja, yaitu penyesuaian nilai upah minimum ditetapkan dalam rentang nilai batas atas
dan batas bawah.
Nilai batas atas upah minimum dihitung berdasarkan rata-rata konsumsi per kapita, rata-rata
banyaknya anggota rumah tangga, dan rata-rata banyaknya anggota rumah tangga yang bekerja
pada setiap rumah tangga. Nilai batas bawah upah minimum dihitung dari batas atas upah
minimum dikalikan 50 persen.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email Mirah bilang, UU Cipta Kerja No. 11 tahun 2020 dan PP No. 36 tahun 2021
tentang Pengupahan semakin membuktikan bahwa Pemerintahan Joko Widodo memberikan
"karpet merah" terhadap pengusaha dan tidak berpihak pada pekerja dan rakyat Indonesia.
"Aspek Indonesia sebagai federasi serikat pekerja afiliasi KSPI, mendukung penuh rencana KSPI
yang akan melakukan mogok nasional secara konstitusional untuk menolak penetapan UMP 2022
yang tidak manusiawi dan ini semakin membuktikan bahwa Pemerintah tidak mampu
memberikan kehidupan yang layak kepada rakyatnya," ucap Mirah Sumirat.
Mengecek batas bawah dan atas Berikut langkah untuk mengetahui berapa batas bawah dan
atas upah minimum masing-masing provinsi, kabupaten/kota pada tahun 2022 melalui
Wagepedia:
1. Masuk ke situs wagepedia.kemnaker.go.id;
2. Kemudian, pilih Kalkulator Upah Minimum, kemudian klik "Coba Sekarang";
3. Kemudian pilih Penyesuaian Upah Minimum; Di dalam fitur Penyesuaian Upah Minimum
terdapat kolom provinsi, kabupaten/kota. Kemudian kolom rata-rata konsumsi per kapita tahun
2021, rata-rata jumlah ART, rata-rata ART bekerja, upah minimum tahun berjalan, pertumbuhan
ekonomi provinsi, dan inflasi provinsi.
Lalu di bawahnya, terdapat kolom batas atas dan batas bawah. Terakhir, kolom upah minimum
tahun 2022.
4. Mengetahui angka besaran upah batas atas dan batas bawah, terlebih dahulu memilih
provinsinya di kolom "Pilih Provinsi"; Semisal, pilih Provinsi DKI Jakarta. Lalu, klik "Cari". Maka
akan tampil hasil pencarian data berupa rata-rata konsumsi per kapita 2021 sebesar Rp
2.336.429. Rata-rata jumlah anggota rumah tangga atau ART di DKI 3,43.
583

