Page 589 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 589

tingkat penyerapan tenaga kerja, dan median upah. Data pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan
              variabel tersebut bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), sehingga BPS memainkan peran
              kunci penentuan upah, menggantikan Dewan Pengupahan.

              Di sisi lain, tak jarang ditemui pengusaha yang membayar upah buruh di bawah UMP atau UMK.
              Berdasarkan  data  Survei  Angkatan  Kerja  Nasional  (Sakernas)  pada  Februari  2021,  sebanyak
              49,67% pekerja masih digaji di bawah upah minimum. Dalam kurun waktu empat tahun terakhir,
              kepatuhan pengusaha mengupah buruh sesuai standar minimum hanya pada kisaran 49-57%.
              Artinya, jauh sebelum pandemi pun, pelanggaran upah sudah dilakukan oleh para pengusaha.

              Tingginya pelanggaran pembayaran upah sesuai standar upah minimum berkaitan erat dengan
              lemahnya  pengawasan  ketenagakerjaan  akibat  minimnya  jumlah  pengawas  ketenagakerjaan
              yang hanya berjumlah 1.568 orang. Itu pun terpusat  Di Jakarta atau ibu kota provinsi saja.
              Padahal, idealnya dibutuhkan 6.000 pengawas yang tersebar di semua kabupaten/kota. Meski
              mengetahui problem krusial ini, negara tidak melakukan perbaikan dan konsisten menerapkan
              politik upah murah.

              Tak  Menikmati  Pertumbuhan  Angka  pertumbuhan  ekonomi  Indonesia  pada  kuartal  II  2021
              dinyatakan meningkat sebesar 7,07%. Namun, pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada sisi
              pengeluaran  PDB  kuartal  II  yang  hanya  sebesar  5,93%.  Pertumbuhan  ini  lebih  rendah  dari
              pertumbuhan konsumsi pemerintah sebesar 8,6%.

              Merosotnya konsumsi rumah tangga, khususnya buruh, juga didukung oleh penelitian Asia Floor
              Wage Association (AFWA) pada 2021 yang menyatakan total konsumsi rumah tangga tahun 2020
              berkurang lebih dari 10%. Sebelum pandemi, tingkat konsumsi buruh berkisar US$239 dan turun
              menjadi US$213 pada Juli 2020. Pada akhir 2020 terjadi peningkatan konsumsi sebesar US$231,
              namun angka itu masih jauh di bawah tingkat konsumsi sebelum pandemi.

              Sementara itu, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah pada Maret
              2021, akibat gelombang PHK selama pandemi, sekitar 2,56 juta orang menjadi pengangguran.
              Sekitar 0,76 juta penduduk menjadi bukan angkatan kerja; 1,77 juta orang penduduk sementara
              tidak bekerja; dan 24,03 juta orang bekerja dengan pengurangan jam kerja. Seiring dengan
              hilangnya pekerjaan, penghasilan buruh turut menghilang.

              Sebagian yang lain, upahnya semakin berkurang bersamaan dengan pengurangan jam kerja
              selama pandemi. Dari sekian dampak pandemi, buruh perempuan menjadi bagian yang paling
              rentan karena banyak terserap dalam sektor ekonomi yang paling terdampak pandemi seperti
              sektor akomodasi dan jasa makanan, manufaktur, perumahan, aktivitas bisnis dan administrasi,
              hingga sektor informal.

              Fakta-fakta di atas menunjukkan kenyataan bahwa buruh dan masyarakat miskin lainnya sama
              sekali tidak menikmati pertumbuhan ekonomi melainkan hanya merupakan berkah bagi kelas
              menengah ke atas.

              Upah Layak Nasional
              Bila negara sudah mencoret kepentingan kaum buruh dalam agenda pemulihan ekonomi, maka
              sudah sepantasnya kaum buruh memaksa kehadiran negara untuk menjalankan kewajibannya
              menjamin penghidupan layak seluruh warga negara, tak terkecuali kaum buruh dan keluarganya.
              Hal ini sejalan dengan imperatif Pasal 27 ayat (2) UUD NRI 1945 bahwa setiap orang berhak
              atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.

              Di  berbagai  kota,  buruh  telah  bergerak  melakukan  survei  KHL  dan  mengeluarkan  tuntutan
              nominal sesuai komponen kebutuhan hidup layak yang berubah seiring dengan situasi pandemi.
              Aliansi  Buruh  Jawa  Tengah  misalnya,  menuntut  kenaikan  upah  minimum  dengan  mengacu

                                                           588
   584   585   586   587   588   589   590   591   592   593   594