Page 595 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 595

UMP 2022 CUMA NAIK SEDIKIT, BURUH ACEH: TIDAK SESUAI EKSPEKTASI

              ERA.id  -  Aliansi  Buruh  meminta  Gubernur  Aceh  kembali  menyesuaikan  atau  menaikan  upah
              minimum provinsi (UMP) di Aceh tahun 2022 sebesar Rp3,6 juta dari sebelumnya Rp3,1 juta per
              bulan.

              "Kita menuntut Gubernur Aceh untuk menaikan UMP Aceh tahun 2022 menjadi sebesar Rp3,6
              juta," kata Ketua Aliansi Buruh Aceh Saiful Mar, Kamis (18/11/2021).

              Tuntutan penyesuaian UMP Aceh tersebut disampaikan Aliansi Buruh Aceh dalam aksi damai
              yang digelar di kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh, Rabu (17/11).

              Saiful  menyampaikan,  November  ini  merupakan  penentuan  upah  minimum  provinsi  maupun
              kabupaten/kota,  penyesuaiannya  diatur  berdasarkan  PP  Nomor  36  Tahun  2021  tentang
              pengupahan  yang  merupakan  aturan  turunan  dari  UU  11  Tahun  2020  tentang  Cipta  kerja
              (Omnibus Law).

              Aturan baru tersebut, kata Saiful, sama dengan PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan,
              di mana besaran penyesuaian upah tidak lagi dilihat dari hasil survey kebutuhan hidup layak,
              sehingga secara sistem telah merugikan pekerja/buruh.

              Aliansi  Buruh  Aceh  menyesalkan  sikap  dewan  pengupahan  yang  menaikkan  cuma  Rp1.400.
              Kenaikan itu disebut tidak sesuai ekspektasi para buruh yang sudah melakukan survei kebutuhan
              hidup layak (KHL) di sejumlah daerah.
              Selain itu, lanjut Saiful, pihaknya juga meminta Pemerintah Aceh memberlakukan Qanun Aceh
              Nomor 7 Tahun 2014 tentang ketenagakerjaan serta dapat disesuaikan dengan UU Nomor 11
              Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh (UUPA), sehingga ada perbedaan antara Aceh dengan
              daerah lainnya.
              "Permintaan jumlah UMP sebesar Rp3,6 juta ini telah sesuai dengan rata-rata hasil survei mandiri
              kebutuhan hidup layak (KHL) di sembilan kabupaten/kota di Aceh," ujarnya.

              Saiful menambahkan, saat ini buruh Aceh juga sedang berupaya untuk merevisi Qanun Aceh
              Nomor 7 Tahun 2014 tersebut karena dinilai tidak relevan lagi dengan pekerja/buruh di Aceh
              sejak disahkannya UU Omnibus Law.

              "Kita juga mendesak DPR Aceh dan Gubernur Aceh segera melakukan revisi Qanun Aceh Nomor
              7 Tahun 2014 tentang ketenagakerjaan dengan perlindungan menyeluruh bagi seluruh pekerja
              di Aceh," kata Saiful Mar, seperti dikutip dari Antara.

              Sementara itu, Asisten II Pemerintah Aceh Mawardi menilai apa yang disampaikan para buruh
              Aceh tersebut masuk akal dari sisi tuntutan keadilan karena merasa UMP saat ini masih rendah.

              "Artinya yang disampaikan itu bagian dari permohonan supaya pemerintah memberi upah yang
              layak dan kemudian menetapkannya dalam satu kebijakan," kata Mawardi.
              Dengan adanya kebijakan pemerintah, lanjut Mawardi, maka perusahaan yang bergerak di Aceh
              dapat membayarkan upah kepada pekerjanya dengan harga yang wajar.

              "Buruh  menginginkan  kesejahteraan  dengan  suatu  nilai  yang  wajar,  supaya  mereka  tidak
              dirugikan,  dan  ini  tetap  akan  kita  sampaikan  kepada  pimpinan  (Gubernur  Aceh),"  demikian
              Mawardi.

              Tag: buruh ump 2022



                                                           594
   590   591   592   593   594   595   596   597   598   599   600