Page 597 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 597
WAPRES MENGIMBAU TERUS TINGKATKAN PRODUKTIVITAS MESKI MASIH
PANDEMI
Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengimbau pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk
terus meningkatkan produktivitas meski masih dilanda krisis akibat pandemi COVID-19.
"Pandemi COVID-19 memaksa kita untuk melakukan berbagai penyesuaian, agar dapat
mengatasi beratnya tantangan untuk mempertahankan produktivitas," kata Wapres dalam
sambutannya pada acara penyerahan penghargaan Paramakarya Tahun 2021, di Hotel Sahid,
Jakarta, Kamis.
Wapres mengatakan tidak semua perusahaan dapat melewati tantangan untuk mempertahankan
produktivitas mereka di tengah kondisi pandemi COVID-19. Namun ada perusahaan yang
mampu adaptif dan menyesuaikan diri dengan perubahan akibat pandemi.
"Kenyataannya, tidak semua perusahaan berhasil melewati tantangan ini. Namun kita patut
bersyukur karena banyak perusahaan yang adaptif, lincah, dan mampu menyesuaikan diri
dengan perubahan sehingga produktivitasnya tetap terjaga," ujar Wapres pula.
Keberhasilan perusahaan yang mampu tetap menjadi produktivitas selama pandemi tersebut
didukung oleh kemampuan mengelola waktu, sumber daya manusia dan teknologi di tengah
pemberlakuan kebijakan pembatasan kegiatan.
"Pandemi juga menyadarkan kita bahwa kolaborasi dan kerja sama sangat menentukan
keberhasilan kita untuk mencapai tujuan, termasuk dalam hal peningkatan produktivitas,"
katanya.
Oleh karena itu, Wapres berharap seluruh pelaku usaha untuk mampu beradaptasi, tetap
produktif dengan meningkatkan kolaborasi dan sinergisme dengan pemerintah.
"Bekerja dengan jarak bukan berarti berhenti berkolaborasi. Di tengah keterbatasan, kita
didorong menjadi semakin kreatif dalam berkolaborasi untuk memunculkan ide segar dan
inovatif," kata Wapres.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan capaian tingkat produktivitas dalam satu
dekade terakhir meningkat, meskipun terdampak pandemi COVID-19.
Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), rasio produktivitas PDB per penduduk menurun
dari Rp85,05 juta pada 2019 menjadi Rp83,47 juta pada 2020.
"Tentu kita sangat berharap 2021 ini, seiring dengan pemulihan di sektor kesehatan dan
ekonomi, rasio produktivitas akan kembali meningkat," kata Ida.
Untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja tersebut, kata Ida, diperlukan dukungan pilar
pembangunan ketenagakerjaan, seperti perluasan kesempatan kerja hingga jaminan sosial
tenaga kerja.
"Harus didukung dengan perluasan kesempatan kerja, penciptaan iklim hubungan industrial yang
harmonis dan produktif, reformasi pengawasan ketenagakerjaan dan peningkatan partisipasi
jaminan sosial tenaga kerja sebagai wujud perlindungan bagi para pekerja," ujar Wapres pula.
.
596

