Page 601 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 601

PENGEMBANGAN KOMPETENSI PNS MASIH TERGANJAL BANYAK KENDALA, APA
              SAJA?
              Sekretaris  Jenderal  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  Anwar  Sanusi  mengatakan
              kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS perlu dikembangkan secara berkelanjutan
              untuk mendukung kinerja institusi dan pencapaian target-target prioritas pembangunan.

              Namun, peningkatan kapasitas dan kompetensi ASN yang berkelanjutan tentu membutuhkan
              adanya perencanaan yang strategis, serta komprehensif.

              "Pengembangan kompetensi ASN pada hakikatnya bertujuan untuk memastikan dan memelihara
              kemampuan  pegawai  sehingga  memenuhi  kualifikasi  yang  dipersyaratkan,  dan  dapat
              memberikan sumbangsih kinerja optimal bagi organisasi," ujar Anwar Sanusi saat memberikan
              sambutan  Rapat  Koordinasi  Evaluasi  Penyelenggaraan  dan  Pengembangan  Diklat,  yang
              diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Ketenagakerjaan,
              Kemnaker di kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/11/2021).
              Sebab,  ASN  merupakan  aset  utama  organisasi  yang  berfungsi  sebagai  penggerak  dan
              penyelenggara  tugas-tugas  pemerintahan.  Sebagai  komponen  kunci  penggerak  roda
              pemerintahan, kapasitas oleh karena itu kompetensi ASN harus dikembangkan.

              Sekjen  Anwar  menerangkan,  fenomena  saat  ini  masih  menunjukan  adanya  berbagai
              permasalahan  dalam  upaya  pengembangan  kompetensi  ASN.  Permasalahan  pertama,
              penyusunan kebijakan pengembangan kepegawaian saat ini belum didasarkan kepada analisa
              kebutuhan pendidikan dan pelatihan.

              Kedua, pengembangan kompetensi ASN belum mengacu kepada perencanaan pembangunan
              baik tingkat nasional maupun daerah. Ketiga, pada tataran organisasional, tidak adanya benang
              merah  antara  perencanaan  pembangunan  nasional  atau  daerah  dan  rencana  strategis
              pengembangan kepegawaian yang disusun.
              Keempat, pengembangan kompetensi hanya dianggap sebagai pendidikan dan pelatihan yang
              dilakukan secara klasikal. Kelima, pengembangan kompetensi dilakukan secara terpisah dengan
              kebijakan pola karir ASN.

              "Menyikapi  pertimbangan-pertimbangan  di  atas,  Kemnaker  melalui  kegiatan  PPSDM
              Ketenagakerjaan  ini  mengharapkan  sinergi  dan  harmoni  bagi  terselenggaranya  pola
              pengembangan  kompetensi  ASN  khususnya  di  bidang  ketenagakerjaan  yang  lebih  baik,
              tersistem, terprogram, dan tepat sasaran," jelasnya.

              Adapun PPSDM Ketenagakerjaan berkomitmen menyediakan program diklat yang terstruktur,
              pertimbangan demand side dan kredibel. Terstruktur berarti adanya penyesuaian kurikulum dan
              metode  era  industri  4.0  dengan  dukungan  Learning  Management  System  yang  memadai.
              Pertimbangan sisi Demand berarti dimulai dari pondasi analisa kebutuhan, dan tidak lagi hanya
              supply side.

              "Terakhir kredibel, yang berarti lembaga dan program diklatnya telah terakreditasi oleh Lembaga
              Administrasi  Negara  (LAN),  sebagai  instansi  pembina  pelatihan  Aparatur  Sipil  Negara,"
              pungkasnya.








                                                           600
   596   597   598   599   600   601   602   603   604   605   606