Page 602 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 602
Judul Miris, UMP Naik 1,09 Persen Di Tengah PPN Yang Juga Naik dan
Prediksi Inflasi 2-3 Persen
Nama Media tribunnews.com
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://www.tribunnews.com/bisnis/2021/11/18/miris-ump-naik-109-
persen-di-tengah-ppn-yang-juga-naik-dan-prediksi-inflasi-2-3-persen
Jurnalis Bambang Ismoyo
Tanggal 2021-11-18 11:57:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Mirah Sumirat (Presiden ASPEK Indonesia) Formula baru rentang nilai batas atas dan
batas bawah dalam PP No. 36 tahun 2021 inilah yang membuat kenaikan upah minimum 2022
hasilnya justru di bawah inflasi ataupun pertumbuhan ekonomi
neutral - Bhima Yudhistira (Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS)) Tahun depan
ada kenaikan PPN 10 sampai 11 persen. Kemudian, kenaikan upahnya cuma 1 persen, sementara
proyeksi inflasi di atas 3 sampai 4 persen di tahun 2022 ke depan.
negative - Bhima Yudhistira (Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS)) Ini
sebenarnya cukup berisiko menghambat daya beli masyarakat yang sekarang dalam masa
pemulihan, dan pertumbuhan kinerja ritel juga berpengaruh
negative - Bhima Yudhistira (Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS)) Kalau upah
minimum kecil, disarankan pekerja melakukan tekanan secara terus menerus dan membuka
ketimpangan dan keberpihakan dari Pemerintah
Ringkasan
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah mengumumkan rata-rata kenaikan Upah
Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022 sebesar 1,09 persen. Kenaikkan nilai tersebut sangat kecil,
dan dikritik keras oleh para buruh. Kritikan ini salah satunya diungkapkan oleh Presiden Asosiasi
Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia), Mirah Sumirat.
601

