Page 604 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 604
Judul Tak Naik Tahun Depan
Nama Media Batam Pos
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL Pg14
Jurnalis JP GROUP
Tanggal 2021-11-18 11:52:00
Ukuran 113x109mmk
Warna Warna
AD Value Rp 28.815.000
News Value Rp 144.075.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
neutral - Indah Anggoro Putri (Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker) Rata-rata penyesuaian UMP
adalah 1,09 persen
neutral - Indah Anggoro Putri (Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker) Namun, ada 42 UMK yang
tidak mengalami penyesuaian
Ringkasan
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengungkapkan terdapat empat provinsi yang tidak
akan mengalami kenaikan upah minimum pada 2022. Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan
Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Indah Anggoro Putri menjelaskan, hal itu karena
upah minimum tahun ini sudah lebih tinggi dari batas atas upah minimum. Indah menyebut,
keempat provinsi itu di antaranya Sumatra Selatan Rp 3.144.446, Sulawesi Utara Rp 3.310.723,
Sulawesi Selatan Rp 3.165.876, dan Sulawesi Barat Rp 2.678.863. Sehingga, upah minimum
2022 mendatang nilainya sama dengan upah minimum 2021.
TAK NAIK TAHUN DEPAN
JAKARTA (BP) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengungkapkan terdapat empat
provinsi yang tidak akan mengalami kenaikan upah minimum pada 2022. Direktur Jenderal
Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Indah Anggoro Putri
menjelaskan, hal itu karena upah minimum tahun ini sudah lebih tinggi dari batas atas upah
minimum.
Indah menyebut, keempat provinsi itu di antaranya Sumatra Selatan Rp 3.144.446, Sulawesi
Utara Rp 3.310.723, Sulawesi Selatan Rp 3.165.876, dan Sulawesi Barat Rp 2.678.863. Sehingga,
upah minimum 2022 mendatang nilainya sama dengan upah minimum 2021.
Indah menjelaskan, perhitungan penyesuaian nilai UMP dan UMK 2022 nanti berdasarkan hasil
hitungan Badan Pusat Statistik (BPS). Saat ini, UMP terendah ada DIYawa Tengah dan tertinggi
603

